Sabtu, 02 Juli 2022
Sekolah Menengah Pertama

NU, MD, Polda dan Kodam V Brawijaya Jadi Narasumber Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Kemenag Jatim

NU, MD, Polda dan Kodam V Brawijaya Jadi Narasumber Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Kemenag Jatim

Hari kedua Bimtek Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam (21/06/22) diisi oleh 4 Narasumber yang terdiri dari beberapa unsur organisasi dan instansi : Muhammadiyah, NU, Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya.

Narasumber pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Biyanto, M.Ag Wakil Ketua PW. Muhammadiyah Provinsi Jawa Timur. Wakil Ketua FKUB Jawa Timur menyampaikan Pengarusutamaan Moderasi Beragama. Menurutnya Moderasi Beragama menjadi jalan tengah antara Liberalisme dan Fundamentalisme.

Guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya juga menyampaikan Isu-isu mutakhir tentang munculnya muballigh radikal. Menurut Prof Biyanto lahirnya muballigh radikal dan ekstrem ini disebabkan beberapa hal antara lain : matinya kepakaran/penceramah instan, sertifikasi penceramah, penggunaan media sosial untuk menyemai ideologi radikalisme dll.

Narasumber kedua dipaparkan oleh PWNU Jawa Timur yaitu H. M. Koderi, MT., Ir. Wakil Ketua PWNU tersebut menyampaikan Strategi Dakwah di Era Milenial Berbasis Akulturasi Budaya. Arsitek jebolan Universitas Air Langga mengatakan bahwa Da’i harus paham lapangan dakwah sebagaimana yang dilakukan oleh para Wali Songo yang mampu mengakulturasi budaya nilai-nilai agama dengan budaya lokal.

Da’i millennial harus menerapkan strategi dakwah Al-Muhafadzah Ala Al-Qadim As-Shalih wal Akhdzu Bil Jadid Al-Aslah. Dakwah di era reformasi yang tak terbendung ini, para dai moderat harus mampu memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial.

Narasumber Ketiga adalah Kompol Bahrun Nasikin, S.Ag., MA Kanit 3 Subdit 1 Intelkam Polda Jatim yang memaparkan materi Narasi Ekstrimisme dan Testimoni Mantan Teroris. Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengatakan “Terorisme itu ada dan nyata. Monggo kita lihat video tentang peristiwa aksi teror di Indonesia dan fakta-faktanya. Termasuk testimoni para mantan teroris dan mantan perempuan WNI yang pernah bergabung dengan ISIS.”

Sesi terakhir dimulai jam 19.30 wib. Bertindak sebagai narasumber yaitu M. Sholehuddin, S.Ag dari satuan Kodam V Brawijaya Jawa Timur. TNI yang juga pengasuh salah satu Pesantren di Kota Surabaya ini memaparkan materi tentang Kontekstualisasi Nilai-nilai Pancasila Meneguhkan Wawasan Kebangsaan