Kamis, 29 September 2022
Perguruan Tinggi

Ekspedisi Mapala UI di Sumbawa Kolaborasi Antarkampus dan Implementasi MBKM

Ekspedisi Mapala UI di Sumbawa Kolaborasi Antarkampus dan Implementasi MBKM

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) mengadakan program UI Membangun Nusa (UIMN) yang dilaksanakan di tiga titik, yaitu Desa Prajak, Desa Labuhan Sumbawa, dan Desa Labuan Aji, Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pelaksanaan UIMN 2022 didukung beberapa mitra, antara lain Yayasan Bakti Barito, BNI, BRI, PT Timah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Universitas Teknologi Sumbawa, BKP 79, REI, Pelni, Disjasad AD (Penyedia Fasilitas TNI-AD), Korem 162 (Penyedia Transportasi TNI-AD), BEM UI, Suara Mahasiswa, Danone, Perpustakaan Nasional, Himbio (Bidang Keilmuan dan Pengabdian Masyarakat), HMDG (Bidan Keilmuan dan Pengabdian Masyarakat), Mapala Maras, Mapala Lestari, Pasatwa UI (Bidang Pengabdian Masyarakat), dan Alfan Baharudin. Kepedulian yang ditunjukkan mahasiswa UI ini adalah wujud kontribusi dan pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ada tiga agenda yang dilaksanakan dalam program ini, yaitu Community Empowerment, Trash to Cash, dan Rumah Baca Nusantara. Di Desa Prajak, Tim UIMN berfokus pada kegiatan Community Empowerment dengan memanfaatkan rumput laut sebagai sumber daya alam yang melimpah di Desa Prajak.

Bahan baku rumput laut tersebut diolah menjadi produk rumput laut krispi, sehingga produk ini diharapkan menjadi salah satu makanan olahan yang semakin dikenal dan menjadi ciri khas baru di Desa Prajak ataupun Kabupaten Sumbawa. Program ini dilaksanakan dalam lima tahap.

Tahap pertama, recollecting, yaitu dengan mencari tempat produksi dan pasar; bernegosiasi dengan mitra dan tempat oleh-oleh untuk kerja sama; serta menjembatani kebutuhan dan perizinan panitia. Pada persiapan produk, tahapan dimulai dengan membeli rumput laut; mempersiapkan alat dan bahan; mengajak masyarakat terlibat secara langsung; trial produk; demo pembuatan produk; serta presentasi kepada stakeholder dan partisipan.

Untuk tahap pembuatan produk, proses dimulai dengan produksi barang, quality control, dan skema pemasaran produk. Tim UIMN mengedukasi masyarakat dengan pemantapan produk, pemantapan pasar, penawaran kerja sama, evaluasi hasil produksi, penyusunan skema produksi, dan penjualan jangka panjang kepada partisipan. Terakhir, tahap distribusi produk dilakukan dengan pembuatan MoU dan mediasi dengan mitra penjualan dan stakeholder.

Selain Community Empowerment di Desa Prajak, Tim UIMN juga menggalakkan program Trash to Cash di Desa Labuhan Sumbawa. Mereka melakukan penyuluhan dan bimbingan teknis kepada warga mengenai cara mengolah sampah dengan baik, terutama cara memilah sampah organik dan non-organik.

Untuk sampah organik, inovasi dikembangkan melalui budi daya maggot atau lalat baik untuk membantu proses pengomposan sampah. Sedangkan sampah non-organik, diolah tim dan warga menjadi paving block. Pada 18 Agustus 2022, alat pengolah sampah ini dibawa Tim UIMN menuju Pulau Mojo agar dapat dipergunakan oleh masyarakat setempat.

Program Trash to Cash dilaksanakan dalam tiga tahap. Pertama, proses recollecting dilakukan dengan mengadakan pelatihan bagi masyarakat untuk tahapan pemilahan sampah.

Kedua, proses reprocessing diaplikasikan melalui bimbingan teknis pengolahan sampah serta melakukan temu bisnis dengan stakeholder dan target pasar. Ketiga, proses remarketing dilakukan dengan unjuk hasil produk eco paving block dan menjalin kemitraan dengan stakeholder setempat.

Sementara itu, program Rumah Baca Nusantara diadakan Tim UIMN di Desa Labuan Aji, Pulau Mojo. Tim UIMN membangun perpustakaan guna meningkatkan minat literasi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda. Program tersebut juga dilengkapi dengan kegiatan baca, tulis, dan hitung (calistung); perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia; edu-workshop; serta kunjungan bagi guru dan orang tua murid. Melalui kegiatan-kegiatan ini, diharapkan minat dan kemampuan masyarakat dalam literasi semakin meningkat.

“Kegiatan UIMN 2022 di Sumbawa merupakan bentuk kolaborasi antar-universitas di Indonesia dan implementasi Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM) untuk mahasiswa. Indonesia sebagai negara kepulauan yang terbentang dari Sabang hingga Merauke memerlukan penguatan dan pemerataan keterhubungan antarpulau agar terjalin kesepahaman, sehingga dapat saling menguatkan serta berbagi pengetahuan dan pengalaman sebagai bentuk bela negara,” kata Dr. Taqyuddin. S.Si., M.Hum., selaku Dosen Pendamping Lapangan.

UIMN merupakan kegiatan visioner dan memiliki misi memicu perubahan sosial. Program ini mengusung nilai efektivitas, sinergitas, dan keberlanjutan untuk memberikan dampak positif di daerah terluar, terdepan, tertinggal (3T).

Visi yang diusung dalam kegiatan kali ini adalah pilot project sebagai kontribusi mahasiswa terhadap tanah air. “Tujuan ini selaras dengan kegiatan Mapala UI yang memiliki kesenangan untuk menjelajah dan berkegiatan di tempat-tempat terpencil. Semangat untuk berkontribusi membangun Nusantara disalurkan melalui pembangunan di bagian-bagian kecil Indonesia,” kata Ketua Badan Pengurus Mapala UI, Magkma.

Menurut Direktur Kemahasiswaan UI, Dr. Badrul Munir, S.T., M.Eng.Sc., sivitas akademika UI  yang memiliki tradisi dan budaya akademik serta dilandasi nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, memiliki peran dan tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik bagi saudara sebangsa di daerah  3T. “Dengan beragam latar belakang disiplin ilmu, kita dapat mengaplikasikan apa yang telah dipelajari untuk perubahan demi tatanan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang stabil,” kata Dr. Badrul.