Jumat, 30 September 2022
Perguruan Tinggi

Mahasiswa UB Teliti Daun Sambung Nyawa Untuk Kesehatan Ikan Gurame

Mahasiswa UB Teliti Daun Sambung Nyawa Untuk Kesehatan Ikan Gurame

Lima Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) dibawah bimbingan R Adharyan Islamy, S.Pi., M.P (FPIK) meneliti potensi  penggunaan ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens) sebagai imunostimulan untuk menjaga kesehatan ikan gurame terutama dalam mencegah dampak negatif adanya infeksi bakteri.

Penelitian tersebut dilatarbelakangi atas kematian induk ikan gurame dengan tingkat mortalitas 90%.

Kematian massal ikan gurame di beberapa daerah di Indonesia (Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali) disebabkan oleh serangan Aeromonas hydrophila.  Penyakit ini biasa diatasi dengan pemberian antibiotic. Padahal pemberian antibiotik secara terus menerus dapat menyebabkan bakteri patogen menjadi resisten, dan dapat menyebabkan penumpukan residu obat obatan di dalam tubuh ikan dan lingkungan perairan yang akhirnya akan membahayakan konsumen.

Untuk itu perlu adanya solusi alternatif yang lebih aman dengan memanfaatkan tanaman herbal. Salah satu tanaman herbal dengan kandungan senyawa antibakteri yaitu daun sambung nyawa (G. procumbens) yang mengandung flavonoid tinggi dan sejumlah senyawa metabolit sekunder menjadi potensi fitofarmaka dalam pencegahan penyakit Aeromonas hydrophila pada ikan gurame.

Kandungan Flafonoidnya pada daun sambung nyawa yang sudah dikeringkan dimanfaatkan dengan cara melakukan ekstraksi frezeedrying.

Hasil yang di dapatkan dari proses freezedrying ini lah yang nantinya akan digunakan sebagai imunostimulan.

Beberapa pengujian yang dilakukan adalah Uji Fitokimia dari hasil ekstraksi daun sambung nyawa dengan etanol, Kemudian Uji Toksisitas ekstraksi freezedry daun sambung nyawa, yang selanjutnya dilakukan Uji Tantang antara ikan gurame yang sudah terpapar Aeromonas hydrophila dengan imonostimulan dari ektrask freezedry daun sambung nyawa.

Dengan adanya penelitian ini tim berharap mampu memberikan informasi terkait efektivitas ekstrak freezedry daun sambung nyawa (G. procumbens) sebagai imunostimulan pada ikan gurame terhadap serangan Aeromonas hydrophila. Dan dapat menjadi bahan rekomendasi dalam penyusunan regulasi pemerintah terhadap pengurangan bahan kimia di bidang budidaya perikanan.

Tim yang diketuai oleh Rizky Ari Saputra Jimmy Asri (Akuakultur (Kampus Kota Kediri)), Raehan Kamaludin Sigit (Sosial Ekonomi Perikanan (Kampus Kota Kediri)), Abdul Kafi (Peternakan (Kampus Kota Kediri)), Faid l Riyadl Cahyo Muhammad (Biologi), Muhammad Fadly Haksara (Ilmu Kelautan), dengan bimbingan R Adharyan Islamy, S.Pi., M.P Dosen FPIK, berhasil lolos pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI dengan mengusung karya berjudul “Efektivitas Ekstrak Freezedry Daun Sambung Nyawa (G. procumbens) sebagai Imonostimulan Ikan Gurame Terhadap Infeksi Aeromonas hydrophila”. (*/Humas UB).