Kamis, 29 September 2022
Perguruan Tinggi

Lustrum Unpad Jadi Momentum Siapkan Pendidikan yang Padukan Imtak dan Iptek

Lustrum Unpad Jadi Momentum Siapkan Pendidikan yang Padukan Imtak dan Iptek

[Kanal Media Unpad] Syukur bukan sekadar ungkapan terima kasih atas karunia atau nikmat yang telah diraih. Lebih dari itu, syukur merupakan upaya untuk mengimplementasikan nikmat dan karunia yang telah diraih tersebut pada hal yang telah ditetapkan sesuai fungsi dasarnya.

“Dalam konteks Keislaman, syukur adalah mengungkapkan segala nikmat yang telah Allah berikan dengan cara menggunakan nikmat itu sesuai dengan hal yang telah Allah tunjukkan,” ungkap Ustaz Adi Hidayat, Lc., M.A., saat memberikan tausiah bertema “Hakikat Syukur dalam Kebersamaan Unpad Sebagai Universitas Hibrid”.

Tausiah tersebut disampaikan dalam acara “Unpad Bersyukur” memperingati Lustrum XIII Universitas Padjadjaran yang digelar secara hybrid dari Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Sabtu (10/9/2022).

Jika dikaitkan dengan perjalanan Unpad sebagai lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, Ustaz Adi mengatakan, peringatan Lustrum ke-13 kali ini menjadi momentum untuk menyelenggarakan sistem pendidikan yang tidak hanya melahirkan sosok intelektual, tetapi juga matang secara moral. Hal ini merupakan amanat yang tertuang dari UUD 1945.

Dalam UUD 1945, Pemerintah telah mengamanatkan, mengusahakan, dan menyelenggarakan satu pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.

Amanat ini, kata Ustaz Adi Hidayat, menjadikan sistem pendidikan Indonesia lebih unggul dari negara lain. Sistem pendidikan oleh generasi pendahulu Indonesia telah disiapkan bukan sekadar menghasilkan anak negeri yang tangguh iman dan akhlaknya, tetapi juga menjadi kader yang siap bersaing di elit global.

Sistem ini berbeda dengan sistem pendidikan di Barat yang memisahkan antara intelektual dengan nilai spiritual. Dengan demikian, pendidikan hanya terbatas pada kemajuan Indonesia. Padahal, spriitual menjadi roh dalam penyelenggaran pendidikan.

“Sehingga kemajuan pendidikan yang diraih tidak akan memberikan maslahat yang komprehensif. Indonesia diharapkan mampu cetak pribadi yang siap intelektualnya dan matang secara moral,” tuturnya.

Dari hasil riset yang dilakukannya, Ustaz Adi melihat jika kemampuan spiritual sangat berpengaruh pada akselerasi intelektual. “Jadi jika spiritualnya kuat, ditanamkan ilmu pengetahuan apa pun akan terjadi percepatan,” imbuhnya.

Ustaz Adi pun mengajak seluruh elemen Unpad untuk merefleksikan apakah perguruan tinggi yang tahun ini berusia 65 tahun itu telah menghasilkan alumni yang mampu memadukan iman dan takwa serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Keterpaduan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam membangun bangsa.

“Dengan milad ke-65 ini diharapkan warga Unpad makin solid, makin punya banyak kreativitas, punya visi dan misi yang unggul. Jadi bukan sekadar mengulang tahun, tetapi mengevaluasi setiap tahun sehingga punya nilai yang berkemajuan,” tutupnya.*