Minggu, 02 Oktober 2022
Perguruan Tinggi

Meningkatkan Histocial Empathy Melalui Suatu Karya

Meningkatkan Histocial Empathy Melalui Suatu Karya

(Unila): Salah satu aset yang dimiliki setiap daerah untuk dikembangkan adalah potensi wisata yang didasari sejarah. Potensi wisata berbasis sejarah ini berkaitan dengan kepentingan peningkatan pendapat daerah, bahkan urgensi pembangunan ekonomi daerah tersebut.

Sejarah panjang yang dimiliki kota di berbagai daerah terbukti dengan adanya peninggalan kuno, beragam budaya, dan kearifan lokal yang ditinggalkan. Namun, seiring perkembangan zaman yang terjadi saat ini, peninggalan-peninggalan bersejarah terdahulu mulai terbengkalai dan tidak terawat.

Hal inilah yang mendasari Tim PKM-VGK Universitas Lampung (Unila) menciptakan sebuah ide dari adanya permasalahan tersebut.

Program Kreativitas Mahasiswa atau biasa dikenal sebagai PKM merupakan salah satu ajang bergengsi tingkat universitas berskala nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dengan menciptakan ide-ide berupa inovasi yang mampu mengurangi berbagai permasalahan di masyarakat.

Program ini memiliki beberapa bidang yang terdiri atas bidang riset, kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, penerapan iptek, karsa cipta, video gagasan konstruktif, gagasan futuristik tertulis, dan artikel ilmiah.

Adanya program ini menjadi ajang yang dinantikan seluruh universitas di Indonesia. Bahkan, terdapat universitas yang menyiapkan calon-calon delegasi yang siap untuk lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Universitas Lampung merupakan salah satu dari universitas yang menyiapkan delegasi tersebut.

Tim PKM-VGK Universitas Lampung yaitu Winda Pitriani Parhamah, Renaldy Jovanda, Renata Fradila, Desta Riski Yuwanda, dan Dinda Uqnul Amalia yang dibimbing oleh Sumargono,S.Pd., M.Pd., menciptakan gagasan untuk membantu meningkatkan historical empathy pada masyarakat dengan cara mengembangkan potensi yang ada di Kota Bandarlampung.

Gagasan tersebut mampu membawa mereka ke tahap pendanaan oleh Kemenristekdikti pada tahun 2022. Urban Heritage untuk Penanaman Historical Empathy sebagai Dasar Program Sustainable Development Goals Kota Bandarlampung merupakan ide gagasan yang dilatarbelakangi banyaknya urban heritage yang ada di Kota Saibumi Ruwa Jurai.

Kawasan cagar budaya atau tempat-tempat penting budaya merupakan catatan sejarah yang penting dan ekspresi sejati dari identitas suatu kota sehingga semua peninggalan sejarah bermanfaat untuk dilestarikan sekaligus menjadi peradaban suatu bangsa.

Namun pada kenyataannya, masih banyak bangunan kuno dan bersejarah yang mengalami kerusakan dan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Pembangunan fisik perkotaan tanpa memperhatikan warisan yang telah ada baik dari segi bangunan, kawasan, tatanan masyarakat, dan lainnya, akan mengubah wajah kota sehingga nilai-nilai yang tertanam di sebuah kota akan hilang.

“Oleh karena itu kami hadirkan video gagasan konstruktif kami. Gagasan ini menawarkan solusi untuk memberikan gambaran kota urban heritage dalam aktivitas masyarakat sebagai upaya meningkatkan historical empthy dalam kota yang berkelanjutan,” ujar Winda Pitriani Parhamah.

Konsep ini mengubah wilayah Kota Bandarlampung menjadi pusat kawasan budaya. Konsep baru urban heritage diharapkan menjadi salah satu cara untuk mencapai empat tujuan quality education, delapan tujuan decent work and economic growth, 11 tujuan sustainablecites and communities pada sustainable development goals.

Pentingnya gagasan ini agar urban heritage tidak hanya sebagai bangunan terbengkalai, tetapi dapat menjadikan kota yang memiliki warisan sejarah sebagai ilmu pengetahuan dan cinta budaya lokal serta menciptakan mata pencaharian ekonomi kreatif yang berkelanjutan. [Humas/Rilis]