Rabu, 05 Oktober 2022
Perguruan Tinggi

Jangan Lupa Bahagia

Jangan Lupa Bahagia

Sebuah perjumpaan dengan salah satu sosok calon wisudawan dari Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Arsitektur dan Desain Unika Soegijapranata, yang akan diwisuda pada acara wisuda periode III tahun 2022, sebut saja nama lengkapnya Christofous Benedictus Luntungan atau sering disapa Christo atau Ito.

Pria kelahiran Jakarta, pada tanggal 3 Oktober 1999 ini saat dijumpai sempat membagikan pengalamannya selama menjalani studi di kampus Unika Soegijapranata baik pengalaman saat  perkuliahan maupun kegiatan kemahasiswaan.

Ito yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara putra dari pasangan Bapak Cornelis A. Luntungan dan Ibu Helke Runtuwene, sejak awal masuk kuliah memang sudah memantapkan diri untuk menekuni bidang ilmu Desain Komunikasi Visual.

Dan motto yang dipilihnya adalah “Ad Maiora Natus Sum” yaitu kata-kata dari Santo Stanislaus Kostka yang berarti “Aku dilahirkan untuk hal-hal yang lebih besar”. “Motto ini menjadi penyemangat saya ketika saya merasa hidup mulai monoton, gini-gini aja, dan tidak ada semangat sama sekali terutama saat mencapai target yang telah saya tetapkan,” ungkapnya.

Ito yang merupakan salah satu alumnus SMA Seminari Santo Petrus Canisius Mertoyudan, pada saat menjalani perkuliahan di kampus Unika Soegijapranata, tetap berusaha mengembangkan talenta yang dimilikinya, diantaranya dia pernah bergabung dalam beberapa kegiatan kemahasiswaan seperti misalnya, Campus Ministry for Christ, Kronik Humas Unika, dan UKM Orkestra.

Tidak itu saja, Ito juga pernah bergabung dalam beberapa kegiatan kepanitiaan di Fakultas, yaitu FAD Fest, dan Live in FAD.

Saat ditanya tentang cara membagi waktu antara studi dan kegiatan kampus, Ito juga membagikan pengalamannya. “Cara saya membagi waktu adalah menggunakan skala prioritas, memilih mana yang harus dikerjakan lebih dahulu dengan memperhatikan deadline dan mendesak atau tidaknya suatu tugas. Terkadang berbagi tugas juga dengan partner dalam kepengurusan supaya sama-sama enak, dan tetap punya waktu untuk melakukan hal yang lainnya,” terangnya.

Namun tidak dipungkiri dirinya juga pernah mengalami kejenuhan, dan untuk mengatasi problem ini, Ito punya resep tersendiri seperti yang dipaparkannya, “Cara membangkitkan mood saat sedang down gitu biasanya istirahat sih. Istirahatnya ini bukan yang tiduran aja, tapi melakukan apa yang disukai. Misal ngasih waktu istirahat untuk dengerin musik, atau gak jalan-jalan keluar kos naik motor. Sebenarnya kalau ada temen ngobrol gitu lebih asik sih, tapi makin ke sini makin sadar bahwa gak bisa selalu bergantung sama orang lain terus untuk mencari kebahagiaan atau menaikkan mood diri. Pada akhirnya yang tau cara menaikan mood itu sendiri ya diri sendiri.”

Selain itu Ito yang memiliki hobi nonton film dan solo traveling, saat ini juga masih menjalani profesinya sebagai seorang freelancer desain, sembari membantu usaha orang tuanya.

Tentu ada kesan yang pernah dirasakannya selama kuliah di Unika, salah satunya saat dia bergabung sebagai reporter kampus di Kronik Humas Unika, “Selama tergabung dalam Kronik Unika, jadi punya banyak pengalaman dan perjumpaan. Mulai dari pengalaman mengasah keterampilan menulis, meliput sebuah berita kegiatan kampus, dan perjumpaan dengan wawancara tokoh-tokoh penting dalam sebuah kegiatan baik dalam maupun luar kampus,” ungkapnya.

Mengakhiri perjumpaan, Ito sempat berpesan kepada para mahasiswa yang masih menjalani studi, “Tetap semangat, jalanin perkuliahan dengan santai, tapi jangan terlalu santai. Sadar bahwa hidup bukan sebuah perlombaan, yang tau kemampuan diri kalian adalah diri kalian sendiri. Meski aktif dalam berbagai organisasi perkuliahan, tetap jangan lupa tugas kewajiban kalian sebagai mahasiswa. Dan satu lagi Jangan lupa bahagia.” (kontribusi*Thobie)