Rabu, 05 Oktober 2022
Perguruan Tinggi

Cegah Amputasi pada Pasien Diabetes, Mahasiswa FIK UI Ciptakan Aplikasi SI PAUD

Cegah Amputasi pada Pasien Diabetes, Mahasiswa FIK UI Ciptakan Aplikasi SI PAUD

Mahasiswa Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIKUI), Ns. Rizky Rachmatullah, S.Kep., M.Kep meraih gelar juara atas terobosan yang dilakukannya dan dibawa ke ajang Prototipe Teknologi Keperawatan tingkat Nasional di ajang kompetisi Forum Magister Keperawatan (FORMATA) 2022. Gagasan atas terobosan itu dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus Penyakit Tidak Menular (PTM), salah satunya penyakit Diabetes Melitus –penyebab kematian terbanyak di Indonesia yang merupakan masalah kesehatan saat ini.

Dengan latar belakang tersebut, Rizky mengajukan gagasan berjudul “Optimalisasi Kinerja Sistem Informasi Manajemen Keperawatan Berbasis Aplikasi SI PAUD (Sistem Informasi Pencegahan Amputasi Ulkus Diabetikum) untuk Meningkatkan  Keefektivitasan Derajat Kesehatan Pasien Diabetes Melitus di Pelayanan Kesehatan.” Ia menyebutkan bahwa di era pandemi Covid-19, dibutuhkan teknologi digitalisasi tepat guna yang dapat membantu pasien ulkus diabetikum dalam menuntaskan permasalahan kesehatan yang dialami.

Menurutnya, aplikasi SI PAUD dirancang dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja sistem informasi manajemen keperawatan dalam meningkatkan keefektifitasan derajat kesehatan pasien diabetes melitus di pelayanan kesehatan. Aplikasi ini berfungsi untuk memberikan berbagai macam fitur yang menarik seperti pemantauan gula darah, pemantauan Indeks Massa Tubuh (IMT), pemantauan kondisi luka dengan fitur foto untuk dianalisis, informasi umum diabetes, informasi umum ulkus diabetikum, dan pengingat suntik insulin.

Tampilan Aplikasi SI PAUD

Selain itu, terdapat fitur hotline secara online untuk memfasilitasi pengguna mendapatkan informasi diabetes melitus maupun ulkus diabetikum di luar fitur informasi umum. Keunggulan dari inovasi tersebut adalah belum ada sistem informasi menyeluruh, terkait dengan pencegahan amputasi ulkus diabetikum dalam bentuk aplikasi teknologi.

Aplikasi ini sangat membantu rumah sakit yang mempunyai pelayanan perawatan luka. Aplikasi SI PAUD dapat diunduh dari Playstore atau Appstore secara gratis. Sistem pencatatan pelaporan aplikasi tersebut tersimpan dalam bentuk soft file dan menghemat waktu, tenaga, dan finansial sehingga penggunaan aplikasi ini berkesinambungan digunakan pasien ulkus diabetikum.

Persiapan yang matang, gagasan yang kreatif dan inovatif, serta penguasaan materi yang baik membawa Rizky tampil sebagai Juara 3 Prototipe Teknologi Keperawatan tingkat Nasional. “Persiapan perlombaan yang dilakukan kurang lebih satu minggu. Setelah mendapatkan informasi dari Instagram. Hal utama yang saya lakukan adalah mencari berbagai informasi, membuat gambaran terkait dengan aplikasi. Kemudian, saya menampilkan baik kebutuhan desain, tema, dan data apa saya di menu aplikasi tersebut. Diharapkan dengan persiapan yang matang saya dapat menciptakan desain yang dibuat mudah digunakan oleh pengguna yaitu pasien, keluarga, dan pelayanan kesehatan,” ujar Rizky.

Setelah mengikuti kompetisi tersebut, ia merasa bangga sebagai satu-satunya yang mewakili program studi Magister Keperawatan FIK UI dalam mengikuti Perlombaan Gagasan Teknologi. Rizky mengatakan bahwa kemenangan ini menjadi kebanggaan yang sangat luar biasa karena bisa mengharumkan nama UI dan FIK.

FORMATA merupakan kompetisi yang dikhususkan untuk Mahasiswa Program Magister Keperawatan di seluruh Indonesia sebagai sarana mewujudkan ide konstruktif berupa pengembangan teknologi dalam bidang Keperawatan. Kompetisi ini diadakan oleh Program Studi Magister Keperawatan Universitas Brawijaya bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Keperawatan Brawijaya (HIMKAJAYA FIKES UB).

Acara yang diikuti oleh puluhan Mahasiswa program magister keperawatan dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia tersebut mengangkat tema  “Mengembangkan Inovasi Mahasiswa Keperawatan yang   Berbasis Budaya dan Teknologi untuk Meningkatkan Perawatan Pasien yang Holistik”. Para peserta berlomba membuat inovasi di bidang teknologi keperawatan dalam bentuk gagasan ide atau teknologi digital atau desain teknis atau produk digital atau prototipe/ produk fungsional dengan berdasarkan riset-riset yang ada.

Kompetisi ini dimulai dari tahap registrasi dan pengumpulan karya pada 22 s.d. 30 Juni 2022. Selanjutnya, finalis yang lolos mengikuti tahap final untuk mempresentasikan karyanya pada tanggal 13 Juli 2022 lalu.