Jumat, 30 September 2022
Perguruan Tinggi

Dua Komponen yang Perlu Dimiliki Mahasiswa UAD

Dua Komponen yang Perlu Dimiliki Mahasiswa UAD

Drs. H. Anhar Anshori, M.SI., Ph.D Kepala LPSI UAD saat menyampaikan materi pada kuliah umum pra-masta P2K 2022 (Foto: Gufron)

“Terdapat dua komponen yang harus dimiliki sekaligus dijiwai oleh mahasiswa dalam menuntut ilmu agar mampu membangun peradaban Islam, yaitu memahami agama Islam serta sains dan teknologi (saintek). Sebab, Islam dan saintek adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.”

Kalimat pembuka tersebut dilontarkan oleh Drs. H. Anhar Ansyary, M.Si., Ph.D. Kepala Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) selaku pemateri pada kuliah umum Pra-Masa Ta’aruf (Masta) yang diselenggarakan oleh LPSI UAD. Acara ini berlangsung secara luring bertempat di Ruang Auditorium Kampus IV UAD dan daring melalui kanal YouTube UAD dengan mengusung tema “Membangun Religiusitas dan Intelektualitas, Mewujudkan Peradaban Islam”, pada Senin, 12 September 2022.

Anhar menjelaskan bahwa agama Islam merupakan kebutuhan hidup serta sebagai penuntun manusia dalam memahami ilmu Allah. Sebab, ilmu yang diberikan kepada manusia hanya sedikit. “Ketika menempuh perjalanan laut menggunakan perahu, kemudian memasukkan pena ke dalam lautan lalu diangkat, akan menetes bekas airnya. Inilah perbandingan ilmu yang diberikan kepada manusia dibandingkan luasnya lautan.”

Menurutnya, kehadiran manusia di muka bumi ini telah disertai seperangkat potensi (kekuatan) bahkan sejak manusia masih di dalam kandungan. Pertama, iman atau keyakinan tidak ada Tuhan selain Allah. Kedua, akal sebagai potensi dasar manusia yang mengiringi perjalanan manusia setelah usia balig. Ketiga, qalbun atau yang biasa dimaknai hati.

Lebih lanjut, ia menjelaskan agama Islam dan saintek yang akan mahasiswa UAD dapat selama berkuliah sebagai kekuatan dasar menjadi khalifah atau pemimpin di muka bumi. Sekaligus, bekal teori kehidupan yang diajarkan berdasarkan Al-Qur’an dan sunah sebagai sumber ilmu. “Karena keduanya merupakan teori kehidupan, petunjuk hidup bagi manusia maka harus ada rasa keterpanggilan. Jika manusia tidak memahami petunjuk hidup, ini menjadi gejala keruntuhan moralitas mereka,” terangnya.

Senada dengan upaya membangun peradaban, Ahnar menyebutkan beberapa mata kuliah keagamaan yang akan diberikan kepada mahasiswa selama menempuh pendidikan di UAD, di antaranya Tahsinul Qur’an, Akhlak, Fiqih Ibadah dan Munakahat, terakhir Kemuhammadiyahan.

Anhar berharap kepada para mahasiswa agar masuk ke UAD dengan jiwa yang ikhlas, menerima semua mata kuliah baik itu Al-Islam dan saintek sesuai dengan bakat dan minatnya. (guf)

uad.ac.id