Jumat, 30 September 2022
Perguruan Tinggi

Kerja Sama dengan Charoen Pokphand Indonesia, Unpad Miliki Fasilitas Closed House

Kerja Sama dengan Charoen Pokphand Indonesia, Unpad Miliki Fasilitas Closed House

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Fakultas Peternakan memiliki fasilitas kandang tertutup (closed house) ayam broiler hasil kerja sama dengan PT. Charoen Pokphand Indonesia. Fasilitas ini diharapkan menjadi salah satu upaya menyiapkan lulusan yang profesional di bidang peternakan dan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi universitas.

Fasilitas closed house yang berlokasi di lahan penelitian Ciparanje Unpad Kampus Jatinangor tersebut diresmikan Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti bersama Presiden Direktur Charoen Pokphand Indonesia Tjiu Thomas Effendy, Rabu (14/9/2022).

Peresmian tersebut juga dihadiri Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Hukum, Pengawasan Koperasi, dan Pembiayaan Agus Santoso, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dekan Fapet Unpad Dr. Ir. Rahmat Hidayat, M.Si., IPM, mengatakan, fasilitas closed house senilai Rp 3 Miliar tersebut merupakan hibah PT. Charoen Pokphand Indonesia. Fasilitas berukuran panjang 126 meter dan lebar 12 meter ini mampu menampung hingga 23.000 ekor ayam.

“Dalam satu tahun kita bisa melaksanakan sampai tujuh kali siklus produksi,” kata Rahmat.

Fasilitas ini merupakan bagian dari sistem Sustainable Livestock Technopark yang dikembangkan Fapet Unpad sebagai upaya mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Menurut Rahmat, ada berbagai manfaat yang diraih dari keberadaan fasilitas tersebut.

Manfaat pertama adalah keberadaan closed house beserta proses bisnis di dalamnya dapat menjadi media pembelajaran bagi dosen maupun mahasiswa. Operasional dari closed house akan mengikutsertakan praktisi profesional, sehingga akan terjadi transfer pengetahuan dari praktisi industri ke sivitas akademika.

“Sehingga diharapkan tidak ada lagi gap dunia perguruan tinggi dengan dunia industri,” tuturnya.

Manfaat kedua adalah fasilitas ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk mengenal lebih jauh mengenai bisnis peternakan secara langsung. Hal ini menjadi media inkubator bisnis bagi mahasiswa untuk bergelut di bidang peternakan, sehingga diharapkan akan menghasilkan lebih banyak lulusan Fapet yang terjun sebagai pengusaha di bidang peternakan.

Manfaat lainnya adalah keberadaan closed house beserta Sustainable Livestock Technopark akan dapat diakses oleh masyarakat umum. Ke depan, Fapet Unpad akan membuka program pendidikan non-degree berupa pelatihan, MOOC, hingga kursus singkat yang dapat diikuti oleh peternak ataupun masyarakat umum.

Sementara itu, Thomas mengatakan, hibah closed house tersebut merupakan program Charoen Pokphand Indonesia dalam mendukung penyiapan lulusan perguruan tinggi yang siap dan terjun bekerja langsung di bidang peternakan.

Selain itu, pihaknya juga mendorong fasilitas ini dapat membantu sebagai sarana memperoleh pendapatan Unpad. “Nantinya, income generate ini bisa ditabung dan disimpan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Dana ini bisa dibuat jadi research fund,” kata Thomas.

Rektor sendiri mengapresiasi keberadaan fasilitas tersebut di kampus Unpad. Fasilitas ini menjadi upaya untuk meningkatkan pengetahuan dosen dan mahasiswa mengenai bagaimana proses kerja dari industri peternakan.

“Terima kasih sudah diajarkan belajar di skala industri. Akan kita kawal ini, ini adalah salah satu aset pendidikan,” kata Rektor.*