Kamis, 29 September 2022
Perguruan Tinggi

Pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Acara P2K UAD 2022

Pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Acara P2K UAD 2022

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. pada pembukaan P2K Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas UAD)

Pembukaan Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tahun 2022 resmi digelar Selasa, (13-09-2022). Turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. yang sekaligus membuka P2K secara luring di Gedung Olahraga Among Raga, Yogyakarta.

“Pada hari ini, ananda sekalian menjadi mahasiswa baru UAD dengan jumlah yang begitu besar yakni 6.982. Kalian adalah orang-orang terpilih, tunas-tunas terbaik, dan kader-kader pilihan yang akan menimba ilmu dan belajar hidup di kampus ternama UAD. Kalian adalah bagian dari 800.000 mahasiswa Muhammadiyah di 173 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia milik persyarikatan Muhammadiyah,” ucap Haedar saat memberikan sambutan.

Ia menyampaikan empat pesan utama untuk mahasiswa baru. Pertama, rawatlah karakter dengan memelihara akhlak mulia. Orang yang berakhlak mulia adalah orang yang senantiasa dicintai dan diperlakukan baik oleh orang lain. Setelah lulus, jadilah sarjana yang berakhlak mulia dengan bersikap jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Kedua, jadilah Dahlan Muda dan Walidah Muda sebagai sosok yang selalu mencari kebenaran. Seperti halnya pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan yang selalu berpegang teguh kepada Al-Qur’an. Dalam surah Az-Zumar, dijelaskan bahwa salah satu ciri orang berakal adalah orang yang selalu mencari kebenaran dari mana pun datangnya.

Ketiga, jadilah orang-orang yang cerdas dan selalu haus dengan ilmu. Gunakan akal pikiran untuk selalu bertanya dan mencari jawaban atas permasalahan di masyarakat. Belajar tidak hanya didapatkan dari bangku kuliah, belajarlah dari mana pun. Maka, jangan merasa cukup sudah diterima di kampus ini. Keempat, jadilah sosok yang rendah hati dengan selalu berbakti kepada orang tua. Tanpa adanya orang tua, kita bukan siapa-siapa.

Pesan yang terakhir, sesuai dengan apa yang dicita-citakan dan dipesankan Nabi Muhammad saw. yaitu, jadilah manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Jangan jadi sarjana, ilmuwan, pemimpin, dan penguasa egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Jadilah duta masyarakat, bangsa, dan pemimpin di mana pun berada dengan semangat jiwa Muhammadiyah.

“Seluruh pemuda-pemudi hari ini adalah pemimpin bangsa dan pemimpin dunia di masa yang akan datang. Jangan sia-siakan masa kuliah yang akan dilalui, karena UAD tempat yang terbaik untuk mengasah diri menjadi ilmuwan, aktivis, tokoh, dan pemimpin bangsa, sebagaimana dicita-citakan oleh K.H. Ahmad Dahlan, Persyarikatan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, dan Islam, sebagai pembawa misi kemajuan,” ujar Haidar.

“Selamat datang untuk seluruh mahasiswa baru, doa saya untuk kalian semua. Kami selalu mencintai kalian sebagai generasi baru yang membawa misi Islam berkemajuan. Terima kasih kepada Rektor dan seluruh sivitas akademika UAD atas segala ikhtiar sehingga mampu menghadirkan anak-anak bangsa dari seluruh sudut tanah air dengan jiwa pembaru dan jiwa Dahlan serta Walidah Muda. (ctr)

uad.ac.id