Selasa, 27 September 2022
Perguruan Tinggi

UII Luncurkan Program Studi Magister Teknik Lingkungan dan Magister Teknik Kimia

UII Luncurkan Program Studi Magister Teknik Lingkungan dan Magister Teknik Kimia

Fenomena degradasi lingkungan akibat eksploitasi berlebihan semakin mengkhawatirkan. Pada gilirannya, lingkungan yang rusak dan tercemar akan mengancam keberlangsungan hidup manusia di bumi. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. pada acara Penyerahan Salinan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang Izin Pembukaan Program Studi (Prodi) Magister Teknik Lingkungan dan Magister Teknik Kimia yang berlangsung di Gedung Prof. Dr. Sardjito UII pada Kamis (15/9).

UII mendirikan Prodi Magister Teknik Lingkungan dan Magister Teknik Kimia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 631/E/O/2022. Keberadaan kedua prodi ini diharapkan dapat memberi sumbangsih dalam upaya memperbaiki kualitas lingkungan dan aktivitas industri yang ramah lingkungan.

Kepala LLDikti Wilayah V D.I. Yogyakarta, Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. hadir secara langsung menyerahkan salinan keputusan tersebut kepada Ketua Umum Pengurus Yayasan Badan Wakaf (PYBW) UII, Drs. Suwarsono, M.A. disaksikan Rektor UII, Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D.

Rektor UII, Prof. Fathul Wahid dalam sambutannya turut mensyukuri raihan pembukaan dua prodi magister ini. Ia mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua tim yang sudah mengawal proses pendirian prodi dengan penuh kesabaran.

Menurutnya, hal ini semakin menambah portofolio UII yang sebelumnya telah memiliki 51 prodi. Jumlah prodi magister bertambah dari 13 menjadi 15. “Kita berharap ini menambah pilihan publik untuk mengembangkan diri, meningkatkan kualifikasi akademiknya di UII”, imbuhnya.

Ia berpesan agar kedua prodi dapat saling bersinergi dan menguatkan untuk merawat kelestarian lingkungan. “Magister Teknik Kimia bisa mengajarkan, mengajak mahasiswanya untuk tetap profesional tetapi sekaligus punya nilai, etika yang sangat kuat untuk merawat lingkungan”, tegasnya. Hal ini sejalan dengan nilai Islam yang menjadi pedoman UII, dalam konteks lingkungan, adalah agama hijau, agama yang memiliki komitmen yang tinggi untuk merawat lingkungan.

Sementara itu, Ketua Umum PYBW UII, Suwarsono Muhammad menceritakan kilas balik kejayaan Islam sekaligus cikal bakal sains modern. Di masa itu, sains dapat berkembang pesat karena kedermawanan pedagang dan dukungan finansial pemerintah kepada kaum cerdik cendekia. UII sebagai penerus semangat sains Islam berupaya menjaga tradisi tersebut melalui lahirnya prodi sains baru di lingkungannya.

Kepala LLDikti Wilayah V D.I. Yogyakarta, Prof. Aris Junaidi mengapresiasi pesatnya perkembangan prodi di UII. “Perkembangan dari UII kita tentu saja masih berharap penuh agar UII terus bisa menambah jumlah prodi dan SDM yang unggul khususnya untuk menghadapi tantangan peradaban yang semakin kompleks, yakni era Society 5.0 dan revolusi industri 4.0”, tuturnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan jumlah Magister Teknik Lingkungan di LLDikti Wilayah V ada dua, yang salah satunya berada di UII. Sementara jumlah Magister Teknik Kimia secara nasional ada 17.