Kamis, 29 September 2022
Perguruan Tinggi

Mahasiswa FHK Unika Soegijapranata Diskusi Perihal Liputan Perang di Ukraina Bersama Wartawan Harian Kompas

Mahasiswa FHK Unika Soegijapranata Diskusi Perihal Liputan Perang di Ukraina Bersama Wartawan Harian Kompas

(12/09) Unika Soegijapranata Semarang bersama Harian Kompas mengadakan diskusi mengenai “Wartawan Kompas Berbagi Cerita Liputan Perang di Ukraina” di Theater Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata. Harry Susilo, seorang Wartawan Harian Kompas menjadi keynote speaker yang pernah melakukan liputan perang di Ukraina selama 40 hari lamanya. Didampingi oleh dosen Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata, Adrianus Bintang sebagai pemantik diskusi atau moderator.

Harry Susilo atau yang akrab disapa dengan Ilo diberikan tugas oleh pihak Harian Kompas untuk melakukan liputan perang yang terjadi di Ukraina. Peliputan yang dilakukan oleh Harian Kompas menekankan kepada filosofi humanisme atau peliputan yang berdasarkan kepada kemanusiaan. Hal ini terlihat dari beberapa berita yang diterbitkan oleh Kompas.id, salah satunya yang berjudul “Prospek Penyelesaian Perang Ukraina.”

Budi Suwarna selaku Kepala Desk Budaya dan Komunitas menyatakan bahwa keputusan untuk mengirim wartawan terjun ke lapangan merupakan wujud serta komitmen media untuk melakukan jurnalisme verifikasi. Sebagai sebuah media, Harian Kompas yang berada di Indonesia tidak menerima informasi secara langsung tetapi melalui media-media luar seperti reuters, maka Harian Kompas melakukan verifikasi dengan mengirim wartawan untuk melihat kondisi yang sebenarnya yang terjadi di Ukraina.

Jurnalisme verifikasi merupakan sebuah upaya melakukan pemeriksaan terkait kebenaran laporan ke pihak terkait, mengutip melalui Kompas.com, 10 Elemen Jurnalisme Menurut Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. Pasalnya, jurnalisme verifikasi sendiri merupakan proses penting karena wartawan harus memberikan kebenaran dengan cara memverifikasi untuk melakukan pengecekan kembali, konfirmasi dan membuktikan kebenaran terkait peristiwa yang sedang terjadi dan memberitakannya dengan sebenar-benarnya.

Program Studi Ilmu Komunikasi mengajak teman-teman mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi untuk mengikuti diskusi ini sebagai kuliah umum dari mata kuliah Dasar-dasar  Jurnalisme , Liputan Investigasi dan Hukum Humanitarian. Sebagai sebuah institusi pendidikan, Unika Soegijapranata menjadikan diskusi ini sebuah upaya untuk memantik teman-teman mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK). Hal ini juga diungkapkan oleh Abraham Wahyu Nugroho selaku Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi “Bahwa jurnalisme atau jurnalistik dalam konteks komunikasi tidak dapat dilepaskan. Jurnalistik menjadi spirit komunikasi dan diakui sebagai ilmu. Maka dari diskusi ini kita sama-sama belajar dengan tim Kompas dan menariknya jadi Jurnalis.” terangnya.

Selain membagikan kisah selama melakukan peliputan di Ukraina selama 40 hari, tim dari Harian Kompas ini juga mengajak mahasiswa FHK untuk mencoba menggunakan rompi dan helm anti peluru yang dipakai oleh wartawan Harian Kompas pada saat melakukan liputan perang di Ukraina.

Diskusi ini menjadi sebuah energi bagi mahasiswa FHK karena dapat belajar dan mengetahui lebih dalam dunia jurnalistik melalui pengalaman wartawan senior yang terjun langsung dalam perisitwa yang terbilang cukup beresiko. Hal ini disampaikan oleh Vincetius Dimas Sanubari, salah satu mahasiswa Ilmu Komunikasi yang menyatakan bahwa “Setelah saya mendengarkan Mas Ilo menceritakan bagaimana dia meliput perang di Ukraina, tentu ada hal-hal yang membuat trigger tersendiri untuk menjadi wartawan. Yang terbesit dipikiran saya adalah ternyata perang ini memberikan dampak dan memunculkan keriuhan parah, karena secara tidak langsung warga-warga sipil di Ukraina harus terkena imbasnya akibat perang, misalnya rumah hancur, ladang gandum yang rusak parah akibat ledakan-ledakan bom yang dilontarkan. Maka tak heran, apabila, Mas Ilo dalam pemberitaannya lebih mengankat tentang kemanusiaan, ya, itu tadi, karena perang ini menjadi bagian peristiwa yang tragis dan naas bagi warga sipil. Dengan Mas Ilo yang membingkai berita terkait kemanusiaan, setidaknya ini upaya membantu dalam menyikapi atau mewujudkan atau mengedepankan perdamaian itu lebih baik.”  (Kris)