Minggu, 02 Oktober 2022
Perguruan Tinggi

FAH UIN SGD Lepas 78 Alumni Kompeten dan Intelek

FAH UIN SGD Lepas 78 Alumni Kompeten dan Intelek

(UINSGD.AC.ID)– Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak sekadar meluluskan mahasiswa untuk meraih gelar sarjana, tetapi mereka dibekali berbagai kemampuan dan kecerdasan intelektual, sehingga menjadi generasi unggul dan berdaya saing.

Demikian penegasan Wakil Dekan 3 FAH Dr H Ading Kusdiana, M.Ag saat melepas 78 alumni: Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) 12, Jurusan Sastra Inggris (SI) 37, dan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) 29, di Aula FAH, Jumat (17/09/2022).   

Pada kesempatan itu juga FAH menetapkan empat lulusan terbaik, yang akan dilantik oleh Rektor UIN SGD pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-78, Sabtu (17/09/2022). Keempat alumni terbaik adalah:  Dhiyaah Aisyah dengan meraih IPK 3,91 (SPI), Rizki Abdul Rojak dan Vina Latifah IPK 3,89 (BSA), dan Nia Denisa IPK 3,87 (SI).

Acara pelepasan dihadiri oleh Wakil Dekan 1 Dr Dadan Rusmana, M.Ag; Wakil Dekan 2 Dr H Dedi Supriadi, M.Hum; Ketua Jurusan SPI Dr Samsudin, M.Ag beserta sekretaris Dr Widiati Isana, M.Ag; Koordinator Bidang Administrasi dan Ketatausahaan Hj Ati Rahmawati, M.Ag, Subkoordinator Anita Rantini, S.Th.I dan Ade Jaenal Arifin, S.Pd.I, MM; serta orangtua calon wisudawan.  

“Lulusan FAH jelas tidak akan menjadi sampah masyarakat, karena  mereka adalah generasi penerus yang memiliki kemampuan dan kecerdasan intelektual, sebagai komponen bangsa yang mampu melakukan perubahan ke arah kemajuan di masyarakat,” tegas Dr Ading –mewakili Dekan Dr H Setia Gumilar, M.Si.

Ia berharap, sumber daya manusia lulusan FAH harus menjadi tenaga profesional, mampu berinovasi, kreatif, disiplin, dan berakhlak karimah. Sosok alumni seperti itulah yang akan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin komplek.

Mengakhiri sambutan, Dr Ading mengingatkan alumninya tidak terhenti pada jenjang S1, tetapi studinya dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi S2 dan S3. “Harus diingat, menuntut ilmu itu diwajibkan sejak kita dilahirkan hingga akhir hayat,” ujar Dr Ading, seraya mengucapkan selamat kepada 78 almuni yang sudah sukses meraih gelar sarjana.[nanang sungkawa]