Selasa, 27 September 2022
Perguruan Tinggi

Pasca Pandemi, Era Baru Pariwisata Telah Lahir

Pasca Pandemi, Era Baru Pariwisata Telah Lahir

[Kanal Media Unpad] Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno mengatakan, pasca-pandemi Covid-19, tren pariwisata Indonesia bergerak masif menuju pariwisata baru, yaitu tren yang mengedepankan personalized, customised, localized, dan smaller in size. Tren pariwisata saat ini tidak lagi mass tourism tetapi mengedepankan quality and sustainablity tourism.

“Keamanan, kesehatan, dan konservasi bagi alam dan budaya serta digitalisasinya menjadi sebuah keharusan,” kata Sandiaga saat menjadi pembicara kunci pada Webinar “Digitalisasi Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan dari Sisi Ekonomi, Sosial, dan Spasial” yang digelar Program Studi Magister Ekonomi Terapan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Kamis (15/9/2022).

Sandiaga Uno mengatakan, perubahan yang terjadi dari pandemi juga mengubah konsep 3A dalam pariwisata, yaitu atraksi, amenitas, dan aksesbilitas. Tren ekonomi pariwisata baru saat ini bersanding dengan sektor ekonomi kreatif.

Menurutnya, atraksi pariwisata saat ini berubah menjadi mengedepankan budaya dan alam yang menawarkan konsep keseimbangan ekologi, petualangan, hingga pengalaman menarik. Dari segi amenitas, kemewahan resor tidak lagi menjadi kelebihan, tetapi bagaimana layanan berkualitas yang bisa diberikan kepada penyedia jasa pariwisata.

“Pelayanan ini tentunya disempurnakan dengan karakter manusia Indonesia yang sangat ramah-tamah,” kata Sandiaga.

Dari segi aksesibilitas, pariwisata domestik yang mengedepankan kearifan lokal menjadi primadona baru bagi wisatawan. Hal ini terlihat dari meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik ke destinasi wisata hingga.

Karena itu, lanjut Sandiaga, kunci utama pemulihan pariwisata baru adalah mempertahankan sumber daya alam secara optimal. Mempertahankan proses ekologi, membantu melestarikan sumber daya alam, hingga menghormati dan melestarikan warisan budaya menjadi daya tarik kelangsungan pariwisata baru.

“Kita harus bisa adaptasi terhadap perubahan yang terjadi, sehingga SDGs bisa kita wujudkan.,” kata Sandiaga.

Webinar tersebut menghadirkan pembicara Asisten Deputi Mitigasi Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Andre Notohamijoyo, Kadis Pariwisata Pemkab Tabanan, Bali I Gusti Ngurah Agung Suryana, Staf Khusus Kemenkeu RI Titik Anas, serta Staf Pengajar SAPPK PWK ITB Ridwan Sutriadi. Webinar dipandu moderator Kaprodi Magister Ekonomi Terapan Unpad Dr. Bayu Kharisma.*