Minggu, 02 Oktober 2022
Perguruan Tinggi

Siapa Dahlan Muda?

Siapa Dahlan Muda?

Ir. Hidayat Tri Sutardjo, M.M., pembicara Talkshow Dahlan Muda Mengabdi Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

“Lulusan UAD harus menciptakan pekerjaan di luar, dalam bahasa lain yakni menjadi wirausahawan.”

Kutipan itu merupakan salah satu hal yang disampaikan oleh Ir. Hidayat Tri Sutardjo, M.M., yang dikenal sebagai Konsultan dan Pengurus Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Utama Indonesia Pusat. Ia mengisi talkshow Dahlan Muda Mengabdi dalam Program Pengenalan Kampus (P2K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Minggu, 18 September 2022.

Hidayat menyampaikan mengenai arah Dahlan Muda setelah lulus kuliah. Lima dari dua puluh kemampuan penting yang dimiliki orang sukses di antaranya komunikasi, kejujuran atau integritas, kemampuan bekerja sama, kemampuan interpersonal, dan kepercayaan diri. Sementara itu, kompetensi dasar yang harus dimiliki Dahlan Muda yaitu interpersonal competence berupa kemampuan pengendalian diri, kemampuan bekerja keras, kemampuan untuk belajar, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

“Siapa Dahlan Muda itu? Dahlan Muda adalah orang yang memiliki semangat, alam pikir, perilaku dan senantiasa berorientasi ke masa depan, mewujudkan kondisi yang lebih baik dalam kehidupan material dan spiritual, serta menjadi unggul di berbagai bidang dalam pergaulan dengan bangsa lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bumi sebagai ciptaan Allah diperuntukkan bagi semua makhluk yang ada di planet ini. Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim dewasa ini telah mencapai taraf yang memprihatinkan dan berakibat kepada seluruh sektor kehidupan manusia. Ironisnya, berbagai kerusakan alam dan dampak yang ditimbulkan, belum mendorong lahirnya kesadaran dan pemahaman masyarakat secara bersama dalam upaya merawat bumi sehingga yang dibutuhkan adalah perubahan perilaku.

“Tugas utama manusia adalah memakmurkan bumi, meliputi Al-Intifa’ atau mengambil manfaat dan mendayagunakan sebaik-baiknya. Kedua Al-I’tibar, mengambil pelajaran memikirkan, mensyukuri, seraya menggali rahasia-rahasia di balik alam ciptaan Allah. Terakhir, Al-Islah yaitu memelihara dan menjaga kelestarian alam sesuai dengan maksud Sang Pencipta, yakni untuk kemaslahatan dan kemakmuran manusia, serta tetap terjaganya harmoni kehidupan alam ciptaan Allah,” kata Hidayat.

Ia juga menyampaikan empat prinsip utama Dahlan Muda dalam merawat bumi. Pertama, prinsip keesaan Tuhan, prinsip ini menuntut Dahlan Muda sebagai khalifah untuk selalu menghubungkan diri dengan Allah Sang Pencipta. Kedua, prinsip kosmik yang menuntut Dahlan Muda sebagai khalifah untuk senantiasa merenungkan posisinya di alam semesta dan bertindak sesuai dengan porsi dan posisinya. Prinsip kosmik menuntut Dahlan Muda untuk selalu memelihara, mengolah, memuliakan, dan mengembangkan alam.

Ketiga, prinsip peradaban, Dahlan Muda dituntut untuk senantiasa membangun keseimbangan antara kekuatan personal sekaligus sosial dan kultural kekuatan materiil sekaligus spiritual, kekuatan ilmiah sekaligus kultural, serta kesehatan jasmani sekaligus rohani. Terakhir, prinsip eskatologis yang menjelaskan tindakan Dahlan Muda sebagai khalifah yang dilakukan selama hidupnya akan mendapatkan balasan di akhirat. (frd)

uad.ac.id