Rabu, 05 Oktober 2022
Perguruan Tinggi

Pribadi yang Santun; Pesan Rektor Unika Soegijapranata Kepada Wisudawan

Pribadi yang Santun; Pesan Rektor Unika Soegijapranata Kepada Wisudawan

Unika Soegijapranata kembali menyelenggarakan wisuda tatap muka pada Sabtu (17/9/2022) – Periode III di Kampus, Bendan Dhuwur. Acara wisuda dibagi menjadi tiga sesi; sesi pertama untuk Fakultas Arsitektur dan Desain dan Fakultas Psikologi. Sesi kedua untuk Program Doktor Ilmu Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Ilmu Komputer. Sesi ketiga untuk Fakultas Teknik, Fakultas Hukum dan Komunikas, Fakultas Teknik Pertanian, dan Faculty of Language and Arts.

Pada periode ketiga ini, Unika Soegijapranata telah mewisuda 628 mahasiswa. Wisudawan tersebut meliputi dari Program Doktor, Program Magister, Program Profesi Insinyur, Program Sarjana Strata 1, dan Program Diploma III. Dalam sambutan Rektor Unika Soegijapranata, Dr. Ferdinandus Hindiarto S. Psi., M.Si., mengajak para wisudawan untuk mengingat kembali makna dari Mars Unika Soegijapranta untuk dijadikan sebagai pegangan dalam menjalani kehidupan di masa depan. “Bangkit civitas akademika, tegakkan pribadi tanpa noda, tuntut ilmu dan menggapai cita, berlandaskan teladan Soegijapranata”.

“Penggalan lirik ini memiliki makna yang sangat dalam bagi para wisudawan dalam menjalani kehidupan nyata di tengah masyarakat. “Tegakkan pribadi tanpa noda”. Seluruh lulusan Unika Soegijapranata senantiasa diajak dan selalu diingatkan agar menjadi sosok pribadi yang berintegritas dan memiliki kedewasaan moral,” pungkasnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi informasi yang seharusnya membuat kehidupan menjadi lebih baik, terkadang justru menjadi ajang untuk menjauhkan kehidupan manusia dari sikap kemanusiaannya.

“Sebagai contoh, di media sosial Twitter, meski tidak semua namun sebagian besar konten dan percakapannya dipenuhi dengan saling hujat, saling menjatuhkan, saling menyerang. Sungguh jauh dari apa yang dikenali dari masyarakat Indonesia yang penuh dengan kesantunan,” jelasnya.

“Apa yang terjadi dalam dunia maya ini merupakan potongan mozaik dunia nyata. Begitu mudah kita menemukan contoh-contoh perilaku sehari-hari yang jauh dari nilai-nilai kesantunan,” simpulnya.

Maka melalui Mars Unika Soegijapranata, Ferdinand menyatakan makna liriknya juga dapat membangun dan mempunyai karakter yang santun. Kesantunan tersebut dapat meliputi banyak hal, seperti berkomunikasi secara santun kepada siapapun, atau bertindak secara santun dalam berelasi dengan siapapun. Sikap santun yang terus dibudayakan, bagi Ferdinand, juga dapat menjadi kekuatan dalam berkarya apa pun dan dimana pun.

“Jika saudara (wisudawan) kelak bekerja di suatu lembaga, ketika hendak menyampaikan gagasan, ide, atau kritik, sampaikanlah dengan santun tanpa harus menyakiti atau menjatuhkan. Demikan juga, ketika saudara berwirausaha, berkomunikasilah dengan santun, entah itu pelanggan, pemasok, atau distributor. Melalui karakter seperti itulah maka siapapun akan memiliki gambaran yang positif terhadap saudara, dan hal itu akan menjadi kekuatan besar bagi saudara untuk menggapai dan mewujudkan cita-cita saudara,” pesannya. (Dim)