Jumat, 30 September 2022
Perguruan Tinggi

FISIP Unpas Bangkitkan Antusias dan Penjualan Olahan Sampah Kampung Inspirasi

FISIP Unpas Bangkitkan Antusias dan Penjualan Olahan Sampah Kampung Inspirasi

[vc_row][vc_column][vc_single_image image=”56278″ img_size=”large” add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_column_text]BANDUNG, unpas.ac.id – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan melalui Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) membantu pengelolaan sampah mandiri di Kampung Inspirasi, Desa Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Sekilas, tidak tampak perbedaan signifikan antara Kampung Inspirasi dengan kampung lainnya di Desa Cilengkrang. Namun, yang membedakan adalah adanya fasilitas pengolahan sampah mandiri yang dibangun untuk mengurangi limbah.

Ketua Tim PKM FISIP Unpas Dra. Dewi Astuti Mudji, M.Si. menyampaikan, dari fasilitas tersebut, masyarakat setempat mampu mengubah sampah menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi.

“Pemanfaatan sampah sebagai kegiatan penunjang ekonomi masyarakat jadi awal mula kampung ini dijuluki Kampung Inspirasi,” ujarnya.

Kampung Inspirasi, Desa Cilengkrang, Kabupaten Bandung. (Ist)

Kreativitas masyarakat Kampung Inspirasi bahkan pernah membuahkan penghargaan dan bantuan pembinaan sebesar 13,5 juta rupiah dari pemerintah daerah.

“Sampai sekarang, efek pandemi Covid-19 masih berpengaruh pada keberlangsungan pengolahan sampah. Akibatnya, kegiatan penjualan produk hasil olahan mengalami penurunan drastis,” imbuhnya.

Selain menurunnya daya beli masyarakat, antusiasme dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan juga menurun. 

“Ditambah sistem penjualan hasil pengolahan sampah masih konvensional, masyarakat belum aware terhadap peluang pasar digital,” jelasnya.

Untuk itu, Tim PKM Unpas berupaya melakukan pendampingan guna memperbaiki manajemen usaha dan memperkenalkan digitalisasi agar masyarakat bisa membaurkan sistem penjualan.

Tak hanya mengembalikan stabilitas penjualan, Tim PKM Unpas mencoba membangun kembali gairah masyarakat dalam mengelola sampah sesuai nama yang tersemat pada Kampung Inspirasi.

“Kami ingin masyarakat memperoleh wawasan tentang pemanfaatan teknologi informasi, supaya dapat mengoptimalkan promosi hasil produksi lewat platform marketplace (Shopee, Tokopedia, Lazada, dll) dan sosial media (IG, FB, Twitter, WA, Line, dll),” paparnya. (Reta)**[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]