Jumat, 30 September 2022
Perguruan Tinggi

Politeknik LPP Yogyakarta Perkuat Kerjasama dengan Unram

Politeknik LPP Yogyakarta Perkuat Kerjasama dengan Unram

Mataram, Universitas Mataram – Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr, St., Ph.D. menandatangani Memoradum of Uderstanding (MoU) dengan Direktur Polikteknik Yogyakarta Muhammad Mustangin, ST., M.Eng. secara virtual bersama 10 perguruan Tinggi yaitu Universitas Hamzanwadi, Universitas Nahdatul Wathan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang, Universitas PGRI Semarang, Universitas Slamet Riyadi, Universitas Nusantara PGRI Kediri, IAI As’adiyah sengkang, dan Politeknik Katolik Mangunwijaya Semarang, pada Selasa, 20 September 2022.

Dalam sejarahnya, Politeknik Yogyakarta ini berada di bawah Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta yang didirkan oleh Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta. Namun dalam hal ini Politeknik Yogyakarta siap melakukan kerjasama di bidang lain. “Apabila ada penelitian pengabdian ataupun bentuk kerjasama lain di bidang perkebunan, insyaAllah kami siap untuk melakukan kerjasama untuk tahap implementasi lain,” ungkap Direktur Politeknik Yogyakarta, Mustangin.

“Harapannya semoga ini menjadi titik awal dari kerjasama kita ke depan, kaitannya dengan pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat serta instansi instansi ataupun lembaga-lembaga kelembagaan di dalam masyarakat,” tegas Direktur Politeknik Yogyakarta.

Sementara itu Rektor Universitas Mataram, Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D. meyambut baik kerjasama dengan Politeknik Yogyakarta ini. Prof. Bambang menjelaskan bahwa tidak ada satupun perguruan tinggi yang bisa berkembang tanpa adanya kerjasama. Untuk itu Prof. Bambang sangat mendukung kerjasama ini. “Kami siap berkontribusi untuk kegiatan berikutnya. Tentunya kami support dengan sepenuhnya, dan semoga kegiatan seperti ini bisa dijadikan agenda kita ke depan,” pungkasnya.

Rektor Unram juga berharap adanya kerjasama dalam bidang lainnya untuk pengembangan daerah Nusa Tenggara Barat. “Mari kita bekerjasama dengan bidang lain, misalnya Konferensi Internasional Nusa Tenggara Barat,” jelas guru besar Fakultas Pertanian tersebut.