Selasa, 27 September 2022
Perguruan Tinggi

Serunya Kuliah di Luar Negeri

Serunya Kuliah di Luar Negeri

 

Rafa (memakai baju flanel) bersama Teman-Temannya pada Saat di MSU

Dua mahasiswa UB, Shafira Rafa Ardhani (FISIP) dan Muhammad Isykar Siregar (FP) menjalani program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk program IISMA dan PMM selama satu semester. Shafira dengan host University di Michigan State University, United States of America sedangkan Muhammad Isykar Siregar di Universitas Borneo Tarakan Kalimantan Utara.

Rafa nama panggilan Shafira, mengatakan latarbelakang mengikuti program Indonesian Student Mobility Awards (IISMA) karena keinginannya untuk mendapatkan pengalaman kuliah di luar negeri dan memperluas jaringan dengan tenaga pengajar.

“Saya mengikuti program IISMA karena ingin memperluas koneksi bertemu professor, teman, dan mentor baru, mengikuti mata kuliah baru yang tidak dapat ditemui di universitas asal dan juga di luar prodi ilmu komunikasi serta agar berlatih untuk menjadi lebih mandiri,”kata Rafa.

Anak terakhir dari dua bersaudara tersebut mengungkapkan selama tiga minggu menimba ilmu di Michigan State University (MSU) sudah banyak pengalaman yang didapatkan.

“Di MSU sendiri banyak sekali acara yang diselenggarakan di tiap minggunya seperti orientasi, sparticipation (student fair untuk club” yang ada di MSU), pertandingan olahraga dengan universitas lain, studi wisata dengan international students dari berbagai negara dan pelajaran yang sistem belajarnya berbeda dari UB,”katanya.

Muhammad Isykar Siregar (Memakai Almamater UB) Bersama Teman-Teman PMM dari Seluruh Indonesia

Dia mengungkapkan salah satu matakuliah yang menarik dan terasa berbeda menurutnya adalah ketika mengambil kelas social studies.

“Salah satu yang berkesan pada saat saya mengambil kelas social studeis ketika membahas tentang permasalahan sosial tapi menggunakan media komedi. Jadi tiap kelas nonton episode komedi di netflix yang setiap episodenya mengangkat tema tentang permasalahan-permasalahan sosial seperti rasisme. Kemudian kami melakukan diskusi diakhir kelas. Menarik sekali ya karena di Indonesia jarang ada yang seperti itu sehingga banyak yang menyukai kelas itu karena seru,”katanya.

Senada dengan Rafa, Muhammad Isykar Siregar yang mendapatkan kesempatan menimba ilmu di Universitas Borneo mengaku banyak pelajaran yang didapatnya dari program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM).

Baginya, salah satu hal menarik yang dia dapatkan selama mengikuti program PMM adalah mendapatkan mata kuliah Modul Nusantara.

Modul Nusantara adalah mata kuliah empat SKS yang menjadi fokus Kemdikbud untuk kegiatan pertukaran mahasiswa.

“Ada banyak kegiatan dalam Modul Nusantara, seperti Kebhinekaan ada 17 kegiatan menjelajah daerah bersejarah di Tarakan dan Kalimantan Utara. Dari kegiatan tersebut kita bisa mengetahui daerah bersejarah Perang Dunia II, sejarah perminyakan, dan peninggalan penjajahan Jepang, Australia, dan Belanda,”katanya.

Isykar menambahkan, tidak hanya tentang Kebhinekaan, Modul Nusantara juga mengajarkan budaya-budaya dari suku yang ada di Kalimantan.

“Kita langsung diterjunkan ke daerahnya di Kabupaten Tanah Tidung, yang mempunyai Suku ciri khas Tarakan sendiri,”katanya.

Isykar berharap PMM bisa terus dilanjutkan karena banyak memberi kesempatan belajar dan mengenal budaya bagi mahasiswa yang ada di seluruh wilayah di Indonesia. (OKY/Humas UB)