Kamis, 29 September 2022
Perguruan Tinggi

BEM Unpas Rangkul Penikmat Musik Lintas Fakultas Lewat Gandara Pasundan

BEM Unpas Rangkul Penikmat Musik Lintas Fakultas Lewat Gandara Pasundan

[vc_row][vc_column][vc_single_image image=”56313″ img_size=”large” add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_column_text]BANDUNG, unpas.ac.id – Gandara Pasundan, pra-event Pasundan Rise Festival yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpas berhasil merangkul penikmat musik dari lintas fakultas.

Gandara Pasundan mewadahi bakat seni delegasi fakultas, UKM, hingga komunitas lewat band performance, stand up, puisi, solois, dan DJ show. Gelaran road to Pasundan Rise Festival ini menyedot hampir 400 penonton dari kalangan mahasiswa Unpas.

Menkominfo BEM Unpas sekaligus penanggung jawab Pasundan Rise Festival, Rendy Asharila menyebut, Gandara Pasundan selaras dengan visi Kabinet Bersatu BEM Unpas untuk mengakomodasi talenta mahasiswa dan mempersatukan seluruh kelembagaan fakultas.

Penonton menikmati suguhan Gandara Pasundan. (Ist)

“Sebelum main event, kita ingin menggaet pasar dari internal Unpas dulu. Karena BEM Unpas memiliki kedekatan emosional dengan pimpinan lembaga kemahasiswaan fakultas, jadi lebih mudah talent hunting-nya,” kata Rendy, Jumat (16/9/2022).

Rendy menambahkan, Gandara Pasundan bisa jadi seleksi objektif bagi perwakilan fakultas untuk tampil di Pasundan Rise Festival yang bakal dihelat di Bikasoga, 29 Oktober mendatang.

Selain Gandara Pasundan, BEM Unpas juga akan menggelar pra-event lainnya yang menonjolkan cultural side. “Kegiatannya kami kemas dalam Pasundan Edu Fest. Nanti akan ada lomba tari, fashion show budaya, dan penggalangan UMKM,” tambahnya.

Pasundan Rise Festival bukan sekadar acara hiburan. Lebih dari itu, Pasundan Rise Festival menjadi media pengenalan visi nyunda, nyantri, nyakola.

Antusias penonton di Gandara Pasundan. (Ist)

“Nyunda, kita wujudkan dengan komunikasi visual. Nyantri, mengutamakan kebersamaan. Sedangkan nyakola, kita melibatkan mahasiswa Unpas untuk menjadi konseptor, eksekutor, dan belajar mengelola event,” ujarnya.

Menurut Rendy, Pasundan Rise Festival merupakan ajang yang tepat untuk menyatukan insan fakultas dengan kultur berbeda-beda. Ia berharap, Pasundan Rise Festival diteruskan sebagai program tahunan dan menjadi ciri khas BEM Unpas di bidang hiburan.

“Kalau Unpad punya Smilemotion, Unisba punya Fikom Fest, Gunadarma punya The Sound Project, Unpas juga harus bisa dengan Pasundan Rise Festval,” tutup dia. (Reta)**[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]