Minggu, 02 Oktober 2022
Sekolah Menengah Atas

DARI TARI DAN SENI TRADISIONAL HINGGA ATRAKSI MODEREN PRAMUKA SMAN 1 NARMADA

DARI TARI DAN SENI TRADISIONAL HINGGA ATRAKSI MODEREN PRAMUKA SMAN 1 NARMADA

MENGHIDUPKAN SMAN 1 NARMADA DALAM PAGELARAN BUDAYA BERSAMA RRI PRO 4 MATARAM ; DARI TARI DAN SENI TRADISIONAL HINGGA ATRAKSI MODEREN

Editor : ABI

(SMANAR_NEWS). Pertunjukan seni tradisional hingga modern di SMAN 1 Narmada dalam acara Pagelaran Budaya oleh RRI Pro 4 Mataram pada Rabu 21 September 2022 kali ini terdiri dari berbagai pertunjukan. Salah satunya adalah tradisi seni tradisional tari dan alat musik rantok. Rantok yang ditampilkan menunjukkan sejarah tari seni yang lahir dari tradisi gotong royong yang dilakukan oleh warga dalam rangka meringankan pekerjaan keluarga yang sedang mengadakan pesta pernikahan, khitanan dan acara gawe beleq (besar) lainnya.

Rantok dipukul dengan tujuan tertentu, yaitu untuk mengundang warga berkumpul dirumah si pemilik hajatan. Suara rantok yang beradu bagaikan ansambel musik penghibur bagi pekerja sekaligus meramaikan suasana rumah si pemilik gawe.

Rantok atau antan dan alu yang semula hanyalah alat penumbuk padi, ketan, dan sejenisnya, kini berkembang menjadi seni pertunjukan sebagai salah satu wujud warisan budaya suku sasak yang berasal dari Desa Nyur-lembang Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat.

Menurut Ni Nyoman ayu Kartika Putri sebagai salah satu penari tari rantok. “Tidak ada kendala yang dirasakan selain keterlambatan beberapa anggotanya. Persiapannya itu mungkin dari segi mental dan keharusan untuk selalu senyum di depan penonton”.

Selain itu, Gendang beleq SMAN 1 Narmada juga ikut menabuh dalam kegiatan kali ini. Gendang beleq merupakan alat musik tradisional yang dimainkan secara berkelompok. Asal kata Gendang berasal dari bunyi gendang itu sepndiri, yaitu bunyi deng atau dung.

Pak Anto’ sebagai pelatih dari ekskul ini juga memberikan keterangan, mengapa alat musik itu disebut gendang beleq. “Dalam bahasa Sasak beleq berarti besar. Gendang beleq disebut demikian karena mempunyai ciri khas memiliki gendang yang besar.”

Kebahagiaan terbesar kali ini menurut Anto’ adalah diberikannya kepercayaan untuk terus berpartisipasi mensukseskan acara pagelaran budaya tahun ini.

Ada tari tardisional, maka ada pula Dramatari masmirah sebagai karya kreasi Putra-putri smanar (SMAN 1 Narmada) melalui sentuhan tangan Ibu Nopyastuty Ade Katutari,S.Pd dalam pertunjukan Pagelaran Budaya tersebut. Dramatari kali ini mengangkat cerita tentang seorang gadis seumuran putih abu abu yang terjerumus pada suatu keadaan yang tidak diinginkan. Di mana berawal dari romantisme berkenalan dengan laki laki yang selanjutnya merenggut kehormatan yang paling berharga dari dirinya. Dunianya menjadi hitam, masa depannya hancur, terkucilkan, dan yang paling mengerikan adalah ternyata Masmirah juga harus memikul beban berat bayi yang dilahirkan tanpa pertanggungjawaban ayah yang menelantarkannya itu sendirian. Demikianlah pepatah mengatakan bahwa “Menyesal kemudian tiada berguna”. Pesan moral dari kisah ini adalah berhati-hatilah dalam menjalin hubungan dalam usia yang labil. Agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan diharapkan untuk sedapat mungkin untuk selalu hidup lomboq (lurus) seperti ajaran nenek moyang suku sasak. Inilah Teater SINAR dalam dramatari “Masmirah” dengan koreografer (Nopyastuty Ade Katutari,S.Pd).

“Alhamdulillah pentas dramatari ini berjalan sesuai harapan saya selaku pembina sekaligus koreografer yang tentunya dibantu dengan team penari yang luar biasa. Karena hanya dalam waktu yang singkat sekitar 2 Minggu kami mempersiapkan semuanya. Kami berharap Karya kami ini mampu menjadi salah satu cara bersosialisasi kepada generasi muda agar terhindar dari pergaulan bebas dan mampu menjaga diri dan martabat khususnya bagi  remaja perempuan”. Ungkap Nopy dalam wawancara yang dilakukan tim Jurnalis Smanar.

Tidak hanya itu, Siswa-siswi SMAN 1 Narmada juga memberikan atraksi yang menegangkan melalui Pertunuukan bela diri merpati putih yang menampilkan atraksi Jurus Tunggal Baku, Permainan Tongkat, Teko dan senjata tajam. Tidak hanya itu, Merpati Putih juga menampilakan atraksi pematahan hingga getaran. Menurut Rahmad Ramdan Nurrahman selaku ketua merpati putih mengatakan bahwa pertunjukan kali ini berjalan lancar meski hanya diikuti oleh sebagian anggotanya. Ramdan juga sempat menjelaskan bahwa filosofi merpati putih yang harus diketahui setiap anggotanya yaitu merpati putih adalah sebuah singkatan dari ‘mersudi patitising tindak pusakane titising hening’ yang artinya mencari sampai mendapatkan kebenaran dengan cara keheningan(ketenangan). Dalam merpati putih ada namanya pewaris,pewaris saat ini bernama Mas Hemi dan Mas Amos serta untuk ketua umum merpati putih yaitu brigjen. Pol. Drs Leo Bona Lubis. Sambungnya.

Selain atraksi seni dan pementasan tardisional budaya, pagelaran ini juga diisi oleh atraksi modern pramuka yang menampilkan bahasa isyarat Morse dengan kombinasi tarian yang sangat apik dan modern namun tetap menjaga keaslian bahasa yang menjadi pesan dalam pertunjukan tersebut. Ibu Rahayu Budianingsih selaku Pembina pramuka juga berharap dengan pertunjukan pramuka yang modern kali ini akan memberikan semangat yang berbeda dari biasanya. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka memberikan stimulus semangat untuk kreatifitas Siswa di SMAN 1 Narmada. (Titin, Izfira dan Putri).