Minggu, 02 Oktober 2022
Sekolah Menengah Pertama

Telaah PKKM III: Tingkatkan, Budayakan, Dan Pertahankan Prestasi

Telaah PKKM III: Tingkatkan, Budayakan, Dan Pertahankan Prestasi

Sahroni, S.Pd.I, M.Pd selaku kepala madrasah memaparkan kepada kedua asesor bahwa hasil temuan di Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) II setahun sebelumnya adalah pijakan untuk membenahi kekurangan madrasah dan meningkatkan potensi kekuatan yang ada. Selain itu, masukan dari berbagai pihak (termasuk pembinaan yang sifatnya formal/non-formal dari Pembina Madrasah Drs. Achmad Junaedi, M.M dan evaluasi internal dari rutinitas kegiatan pembelajaran yang menjadi bahan kajian FGD (Focus Group Discussion) turut membantu lembaga untuk bergerak selangkah demi selangkah.

Lebih lanjut kepala madrasah menjelaskan bahwa civitas akademika senantiasa mengupayakan pembudayaan pengetahuan yang telah diajarkan oleh pembina dan partner profesional lainnya, karena madrasah ini jika dianalogikan sebagai manusia masihlah berusia balita yang butuh banyak bimbingan untuk belajar berjalan. Dalam kesempatan PKKM III ini, kepala madrasah melaporkan secara resmi bahwa MTs. Miftahul Ulum 2 Bakid memperoleh predikat Akreditasi A (Predikat Unggul) sesuai dengan Surat Keputusan Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) Nomor: 1263/BAN-S/M/SK/2022 sebagaimana yang terlampir dalam surat pemberitahuan bernomor 224.2/BAN-S/M.35/TU/IX/2022.

Segala proses mulai dari pra-akreditasi hingga akreditasi disampaikan oleh kepala madrasah yang memasuki tahun ketiga menjabat. Beliau memohon dukungan, bimbingan, petunjuk dan arahan agar warga madrasah mampu menggali dan meningkatkan potensi serta istiqomah membudayakan literasi dan target kedepannya dari gerakan literasi tersebut adalah menjadi madrasah sains.

Kepala Madrasah Sahroni, S.Pd.I, M.Pd mengupayakan satu visi yang sama di segala aspek potensi diri warga madrasah, yaitu mulai dari berpikir, bersikap, dan bertindak. Contoh pembudayaan yang mulai tampak semisal kedisiplinan, ketertiban administrasi, efisiensi manajemen, efektivitas pembelajaran, literasi sastra dan sains. Selain program penerbitan buku karya setiap tahun sebagai wujud dari gerakan literasi, juga akan dicanangkan program lainnya baik itu dari intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.

Asesor I Drs. Achmad Junaedi, M.M menanggapi secara singkat temuan-temuan selama proses akreditasi. Menurutnya, setiap temuan wajib menjadi bahan evaluasi dan segera ditindaklanjuti. Beliau berpesan agar tetap menjaga komunikasi dan kekompakan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi seluruh warga madrasah – Super-Team (kolaborasi tim) lebih efektif untuk menjalankan kelembagaan dibandingkan hanya mengandalkan Super-Man (satu orang pintar).

Lebih lanjut beliau menasehati bahwa hasil penilaian akreditasi unggul bukan sekedar predikat yang tertulis di selembar sertifikat. Akreditasi unggul harus dan wajib dibuktikan dengan menciptakan lembaga yang kredibel sehingga mampu meluluskan manusia yang berorientasi pada pemecahan masalah, terutama masalah-masalah yang ada di lingkungan sekitar dan masalah kebangsaan jika kelak siswa berada pada fase dewasa.

“Tingkatkan, budayakan, dan pertahankan prestasi yang telah diraih. Terima kasih telah mampu memenuhi ekspektasi saya. Maafkan segala kekeliruan selama saya menjadi pengawas/pembina njenengan semuanya. Meskipun bukan lagi saya yang menjadi pembina, sering-seringlah berkomunikasi dengan pengawas/pembina njenengan karena beliau juga bagian dari ‘Super-Team’.” terang Abah Jun.

Asesor II Dra. Farida Nurhana, MA menyebut bahwa PKKM idealnya dilakukan sebelum proses akreditasi. Namun, jika dilakukan pasca akreditasi sifatnya lebih kepada peninjauan terhadap hasil temuan dan rekomendasi asesor akreditasi. Terlepas dari hal tersebut, Bunda Farida kami memanggilnya, mengapresiasi kinerja kepala madrasah yang mampu menggali potensi tenaga pendidik dan kependidikan sehingga hanya dalam waktu tiga tahun sejak didirikan sudah memiliki prestasi yang membanggakan.

“Saya bangga sekali pada madrasah panjenengan, satu-satunya madrasah baru di Jawa Timur yang langsung berhasil meraih Akreditasi A dan satu-satunya madrasah di Lumajang yang sudah dikenal sebagai Madrasah Literasi.” Lebih lanjut Bunda Farida menambahkan, “Aneh bagi saya yang baru pertama kali masuk lingkungan madrasah kesan yang saya rasakan justru seolah kita ini sudah kenal sejak lama. Mungkin, itu membuktikan bahwa warga di sini humble dan ini bukti keberkahan madrasah”.