Jumat, 30 September 2022
Perguruan Tinggi

Soegijazz Kembali Hadir di Kota Lama

Soegijazz Kembali Hadir di Kota Lama

Unika Soegijapranata kembali menggelar Soegijazz setelah dua tahun absen karena pandemi Covid- 19. Festival music Unika bertajuk “Soegijazz 2022 at Festival Kota Lama” ini diselanggarakan di Kota Lama, gedung Laroka Theater Semarang, Minggu, (25/9/2022), mulai jam 18.00 WIB.

Rektor Unika Soegijapranata Semarang Dr Ferdinandus Hindiarto MSi mengatakan, musik jazz ini telah menjadi acara rutin sejak tahun 2015 dan konsisten hingga tahun 2019. Sempat absen karena pandemi, kini Soegijazz hadir kembali dan digelar di Kota Lama Semarang.

“Tahun ini Soegijazz terasa spesial karena digelar ini di kota lama, tentu ada nilai tertentu atau pesan tertentu bahwa kita bagian dari Semarang. Sehingga Soegijazz tidak hanya dinikmati oleh komunitas akademik Unika tetapi juga dinikmati oleh para penggemar musik jazz di Kota Semarang,” kata Ferdinand saat launching Soegijazz di Kampus Unika, Kamis (22/9/2022) siang.

Musik adalah suatu keindahan yang ada di Unika, lanjut Ferdi, artinya kampus memberi ruang kepada mahasiswa yang memiliki bakat seni yang menjadi feysen teman-teman.

“Saya sangat mengapresiasi, saya pikir kampus harus ada seni karena menjadi bagian dari memainkan otak kanan. Mahasiswa tidak harus memikirkan rumus matematika, algoritma, fisika itu bagian dari otak kiri. Maka harus diimbangi dengan otak kanan, harus ada keseimbangan otak kiri dan kanan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Soegijazz, Benny Danang Setianto SH LLM PhD menyampaikan pemilihan genre jazz menggambarkan bagaimana karakter sebuah Universitas itu sendiri.

Menurutnya genre jazz dipilih karena melihat bagaimana setiap pemain bisa memiliki improvisasi sebebas-bebasnya dalam artian tertentu, tetapi juga saat bermain bersama dengan anggota lainnya bisa membentuk improvisasi sebuah harmonisasi yang indah.

“Genre Jazz ini dipilih mewakili karakter Universitas sebagai sebuah institusi pendidikan, dimana setiap mahasiswa dan dosen memiliki kebebasan untuk mengembangkan kemampuannya masing-masing dan pada saat bersamaan juga harus bisa memadukan semua keterampilan dari dosen dan mahasiswa harus dimaksimalkan dengan perform harmoni yang indah,” jelasnya.

Benny menambahkan, ide awal Soegijazz menjadi sebuah kebiasaan Unika Soegijapranata sebagai sebuah institusi pendidikan dalam menyambut mahasiswa baru dengan mengundang artis untuk melantunkan melodi.

“Tradisi Unika Soegijapranata dalam merayakan penyambutan mahasiswa baru, biasanya kita (Unika Soegijapranata) mengundang artis. Awal mulanya mengundang artis ini tanpa ada batasan genre seperti pop, rock dan jazz. Kemudian kita menyampaikan untuk mengadakan perform musik dengan genre jazz,” lanjutnya.

Soegijazz merupakan salah satu gagasan acara yang digarap secara serius oleh Unika Soegijapranata, yang membedakan Soegijazz dengan acara lainnya adalah mengenai konsepnya yang memberikan sentuhan etnis.

“Unsur etnik ini digambarkan dalam logo dengan memadukan Saxophone yang sering dipakai oleh teman-teman yang menggeluti dunia jazz serta menambahkan gamelan sebagai gagasan awalnya mengenai etnis,” tuturnya.

“Soegijazz merupakan sebuah gagasan bagaimana mengangkat legenda jazz untuk diperkenalkan kepada anak-anak muda. Maka bintang tamu yang dihadirkan pun juga memang kemampuan musiknya tidak diragukan,” imbuhnya.

Sementara, Soegijazz pada tahun ini digelar dengan berkolaborasi dengan event Festival Kota Lama Semarang (2022), Soegijazz  menjadi penutup daari rangkaian acara Festival Kota Lama (FKL). Soegijazz akan menhadirkan group jazz kenamaan  Deredia.

Deredia merupakan band yang berasal dari Kota Jakarta yang digawangi oleh Louise Monique Sitanggang (vokal), Yosua Simanjuntak (gitar), Raynhard Lewis Pasaribu (piano), Papa Ical (bass), dan Aryo Wicaksono (drum). Pada tahun 2016, mereka telah melahirkan satu debut album “Bunga & Miles”, dalam album tersebut Deredia membagi dua side. Side A diberi nama Bunga yang berisi empat lagu berbahasa Indonesia dan Side B diberi nama Miles yang berisi lima lagu berbahasa Inggris. Melalui album ini, Deredia memberikan nuansa musik klassik pop dengan ada sedikit sentuhan jazz.

Informasi mengenai Soegijazz 2022  dapat diakses pada Instagram @unika.soegijazz

Open For Public ; FREE HTM!

#https://rri.co.id/semarang/pendidikan/seputar-kampus/1638651/soegijazz-kembali-hadir-di-kota-lama