Kamis, 29 September 2022
Sekolah Menengah Kejuruan

SMKN 11 Semarang Menerima Kunjungan SMKN 2 Salatiga Dalam Rangka Sharing Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM)

SMKN 11 Semarang Menerima Kunjungan SMKN 2 Salatiga Dalam Rangka Sharing Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM)

Rabu 21 September 2022, SMK Negeri 11 Semarang menerima kunjungan dari SMK Negeri 2 Salatiga dalam rangka sharing tentang Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dan berbagi tentang penanganan siswa di sekolah. Kedatangan rombongan SMKN 2 Salatiga disambut iringan musik keroncong Grafika siswa-siswi SMKN 11 Semarang dibawah asuhan Yanuarius Andi Cahyono, S.Pd. Dalam kegiatan tersebut rombongan SMK Negeri 2 Salatiga berjumlah 16 guru dan 3 siswa dipimpin oleh Wachid Nugroho, S.Si., M.Pd. selaku wakil kepala bidang kesiswaan SMK Negeri 2 Salatiga.

Drs. Luluk Wibowo, S.ST., MT. selaku Kepala SMK Negeri 1 Semarang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada kepala SMK Negeri 2 Salatiga dan menyambut baik kunjungan ini. “Dengan kunjungan ini, diharapkan dapat semakin mempererat hubungan baik antara SMK Negeri 11 Semarang dan SMK Negeri 2 Salatiga, penerapan kegiatan tentang Gerakan sekolah menyenangkan, peningkatan kompetensi siswa, dan dapat menerapkan kegiatan pembelajaran yang dapat memanusiakan manusia.

Sesi sharing dan diskusi tentang Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dipandu oleh Darwito, S.Pd. selaku wakil kepala sekolah bidang Humas di ruang mini teater, dalam sesi ini Waka Manajemen Mutu sekaligus Volunter GSM, Sujinarto, S.Pd., M.Pd. memaparkan tentang empat area perubahan bagaimana menerapkan sekolah masa depan. Dalam sesi diskusi salah seorang guru menanyakan tentang menghilangkan point pelanggaran di dalam tata tertib, apakah tidak membuat anak semakin bebas dan menyepelekan aturan sekolah, salah satu Volunter GSM Diyarko, S.Pd., M.Pd. ikut menjelaskan tentang perbedaan antara manusia dan hewan ketika mengubah perilaku. Ketika mengubah perilaku dengan tekanan, ancaman seperti yang teruang di dalam point pelanggaran, justru yang dioptimalkan adalah otak reptil. Dampaknya justru sebaliknya, anak akan patuh karena takut atau melanggar karena berontak. Dasar inilah yang memperkuat di SMK Negeri 11 Semarang tidak diterapkan point-point pelanggaran. Pengomptimalan fungsi limbik sistem dan neo cortex justru yang menjadi perhatian utama. Limbik sistem sebagai penghasil hormon kebahagiaan harus dikembangkan agar anak merasa nyaman sehingga neo cortex akan berfungsi dengan baik, sehingga yang muncul adalah kesadaran diri. Para guru SMK Negeri 11 Semarang mempercayai bahwa memperluas ruang dialektika antara guru dan siswa melalui morning sharing, circle time dan memperbanyak diskusi yang akan mengubah perilaku siswa ke arah baik. Penguatan positif (bukan punishment) melalui pemberian bintang kebaikan, penerapan buku saku catatan kebaikan siswa justru akan menumbuhkan kesadaran diri sehingga anak akan berlomba-lomba berbuat baik. Belajar di sekolah bukan sekedar mempelajari konten pengetahuan dan keterampilan sesuai passionnya, namun mereka belajar memberikan kebermaknaan dalam hidupnya.

Selain sharing dan diskusi tentang Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) kunjungan juga dilakukan ke ruang galeri karya siswa, ruang inkubasi animasi, ruang bengkel offset 58 & 72, dan ruang lab. Multimedia 3 yang sedang berlangsung pembelajaran berbasis projek industri.

Salam GSM : berubah, berbagi, berkolaborasi.

Penulis : Royan