Rabu, 07 Desember 2022
Perguruan Tinggi

33 Peserta Ikuti Summer Course UB SEARCA

33 Peserta Ikuti Summer Course UB SEARCA
Pemaparan Materi oleh Dr. Didier Pillot dari L’Institut Agro Montpellier Perancis

Sebanyak 33 mahasiswa program pascasarjana mengikuti program summer course bertemakan “Diversification of crops, mixed cropping, and risk management in smallholder agriculture in the context of climate change” yang diselenggarakan atas Kerjasama UB dan SEARCA selama dua minggu (14/5-26/11/2022) di Banyuwangi. Kegiatan yang dirangkai dalam bentuk University Consortium (UC) Summer School 2022 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam bidang pertanian, rural studies, dan manajemen sumber daya alam terutama untuk menangani permasalahan keamanan pangan di Asia Tenggara.

33 mahasiswa yang terdiri dari 17 peserta dari luar negeri (Universiti Putra Malaysia, Kasetsart University, Central Luzon State University, University of the Philippines Los Banos, Visayas State University, National Taiwan University, L’Institut Agro Montpellier) dan sisanya mahasiswa Indonesia (UB, UGM dan IPB) tersebut akan tinggal di rumah penduduk Desa Kemiren di Kabupaten Banyuwangi untuk mempelajari kondisi pertanian di daerah tersebut sekaligus berinteraksi dengan para petaninya.

Ketua pelaksana kegiatan Dr. Irfan Mustafa mengatakan kegiatan UC Summer School bekerjasama dengan L’Institut Agro Montpellier Perancis yang diwakili oleh Dr. Didier Pillot untuk mendesain kurikulum dari kegiatan ini.

UC Summer School sendiri dilaksanakan selama dua minggu terdiri dari tiga hari di UB untuk sit in class dan sepuluh hari dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi.

“Di Banyuwangi para peserta akan tinggal di rumah warga sehingga diharapkan mereka bisa mempelajari bagaimana petani kecil mengatur pertaniannya terutama dalam menghadapi perubahan cuaca,”katanya.

Sementara itu Executive Officer University Consortium Officials UB Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, MS mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan melalui kerjasama internasional terutama dalam hal transfer pengetahuan di bidang lingkungan dan sumber daya alam.

“Kegiatan summer school selama dua minggu akan memberikan pendidikan yang sebenarnya dari pengalaman yang didapatkan di lapangan,”katanya.

Banyuwangi dipilih sebagai lokasi summer school karena dikelilingi 3 taman nasional dan berada di lereng gunung Ijen dengan berbagai kondisi pertanian yang memiliki jenis tanah volkanik. Salah satu fokus Summer School ini adalah agroforestry dan disana banyak ditemukan aktifitas pertanian melibatkan bidang tersebut.

SEARCA atau Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculure yang dikepalai oleh Dr. Maria Cristeta N. Cuaresma adalah organisasi di Asia Tenggara yang fokus pada pendidikan pascasarjana dan bagi dosen-dosen pengelola di bidang agricultural, pertanian dan agro kompleks.

Melalui kegiatan UC Summer School diharapkan bisa menguatkan kerjasama di dalam konsorsium, transfer teknologi dan pengetahuan dalam keanggotaan yang melibatkan partisipasi aktif dari dosen dan mahasiswa pasca. (OKY/Humas UB).