Rabu, 07 Desember 2022
Perguruan Tinggi

Tim Matching Fund Beri Pelatihan Warga Gorontalo Pengolahan Abon Pinogu

Tim Matching Fund Beri Pelatihan Warga Gorontalo Pengolahan Abon Pinogu

Tim matching fund Universitas Brawijaya (UB) yang dipimpin oleh Wakil Rektor V Bidang Riset dan Inovasi Dr.Ir. Bambang Susilo, M.Sc. Agr dibantu Sembilan mahasiswa mengadakan sosialisasi dan pelatihan pengolahan abon sapi bagi masyarakat Pinogu Provinsi Gorontalo Sulawesi Utara.

Perwakilan dari Bappeda Bone Bolango Yudin Yudiawan Maksum mengatakan program matching fund ini akan dilaksanakan selama 45 hari dengan agenda kegiatan berupa sosialisasi serta pelatihan – pelatihan khusus yang akan diberikan kepada masyarakat pinogu mengenai tiga program yang dibawakan.

Program pertama yang akan dilaksanakan adalah pengolahan abon sapi. Menurut tim teknis matching fund Supriyono tekstur dari daging sapi pinogu berbeda dengan daging sapi pada umumnya.

“Tekstur daging sapi yang empuk sehingga menambah citarasa yang khas pada abon sapi pinogu,” kata Laboran Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian (TPPHP) jurusan Keteknikan Pertanian tersebut.

Pelatihan pengolahan abon sapi ini disambut antusias dari warga pinogu yang dihadiri oleh perwakilan dari lima desa di Pinogu.

Banyaknya jumlah sapi di Pinogu menjadi potensi yang baik jika dimanfaatkan untuk membuat salah satu produk yang bernilai ekonomi yaitu abon sapi. Selain pengolahan yang mudah, produk abon sapi juga memiliki umur simpan yang relatif panjang.

Kegiatan pelatihan ini dimulai dengan pemberian pengarahan dari perwakilan mahasiswa tim matching fund Universitas Brawijaya dan mempersilahkan masyarakat yang hadir untuk mempraktikan secara langsung penggunaan mesin spinner dan mesin penyuir daging serta cara perawatannya. Program pelatihan ini akan dilanjutkan dengan pembentukan kelompok dari kelima desa yang tujuannya adalah memberikan keleluasaan kepada masyarakat Pinogu untuk mengolah daging sapi menjadi abon sapi menggunakan mesin yang telah dihibahkan oleh Universitas Brawijaya.

Koordinator Lapang Pelatihan Wafa Nida berharap kegiatan tersebut dapat menjadi alternatif sekaligus solusi yang baik untuk pengolahan daging sapi agar lebih awet dan tidak menutup kemungkinan dapat membuka peluang usaha bagi para masyarakat pinogu untuk menghasilkan produk abon yang berkualitas.

Disamping itu, tim mahasiswa universitas brawijaya dibantu dengan pemerintah setempat serta dinas terkait sedang mengusahakan kelayakan tempat produksi agar sesuai dengan standar. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah perizinan usaha produk abon sapi.

Selain pemberian pelatihan abon sapi pinogu, tim matching fund yang dibawahi oleh Dr.Ir. Bambang Susilo, M.Sc. Agr ini akan memberikan pendampingan pelatihan – pelatihan kepada kelompok pengolah abon pada Kelompok Usaha Bersama Mogulunga. Selain pelatihan pembuatan abon juga diadakan pelatihan seperti pembuatan jahe instan, dodol buah nanas, introduksi rumah potong hewan, dan biogas.