Selasa, 29 November 2022
Perguruan Tinggi

Sustainability International Conference (SIC), Gagasan Akademisi Dalam Pengentasan Kemiskinan

Sustainability International Conference (SIC), Gagasan Akademisi Dalam Pengentasan Kemiskinan

Unika Soegijapranata atau Soegijapranata Catholic University (SCU) terpilih menjadi pengurus utama 1st Sustainability International Conference (SIC) pada tahun 2022. Adapun tema yang diusung yakni “Equitable Environment and Resource Management for Poverty Alleviation” atau “Kesetaraan Lingkungan dan Pengelolaan Sumber Daya untuk Pengentasan Kemiskinan”.

Poster SIC

Pada kesempatan ini, Unika Soegijapranata bekerja sama dengan Badan Perencangan Pembangunan Peneliti dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jawa Tengah untuk menjembatani publikasi hasil penelitian.

Ketua pelaksana SIC dari Unika Soegijapranata, Dr. Dra. Ekawati Marhaenny Dukut M.Hum., menyampaikan maksud konferensi internasional ini adalah berbagi penelitian, ide, dan strategi mengatasi kemiskinan pada negara.

“Tema ini dipilih karena kami percaya bahwa sudah saatnya bagi kita yang ahli di bidangnya sebagai peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk mengentaskan garis kemiskinan di negara,” jelasnya saat konferensi pers (14/11).

Melalui konferensi SIC akan membagi fokus 4 pilar utama yaitu ada Teknologi, Komunitas & Kesejahteraan, Ekonomi Sirkular, dan Lingkungan Seimbang. Konferensi akan dilaksanakan pada 15 – 17 November 2022, di Gedung Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata Bendan Duwur.

Ekawati menambahkan, peserta yang mengikuti acara ini terdiri dari 16 kota. Meliputi dari Semarang, Papua, Lampung, Aceh, Bengkulu, Pangkalpinang, Jambi, Manado, Nusa Tenggara Timur, Bali, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Surabaya, Malang, Bogor, Bandung, Cirebon, Tulungagung,  Nganjuk, Sidoarjo, Cilacap, Purwokerto, Demak, Magelang, Jepara, Pekalongan, Jombang, Kudus, Boyolali, Tegal, Grobogan, Kendal, Pati, dan Yogyakarta.

Sementara itu, untuk pembicara dan pengulas terdiri dari 10 negara. Pembicara meliputi dari Filipina, Pakistan, Belanda, Indonesia, dan dari pengulas pendukung kami dari Australia, Amerika Serikat, India, Taiwan, Inggris, dan Nigeria.

Kemudian, dari beberapa peserta diperbolehkan membagikan penelitiannya saat konferensi dan nantinya akan dipilih oleh tim panitia. “Kami telah menerima 113 abstrak untuk presenter PPT dan 16 untuk presenter poster. Tidak semua dipilih untuk dipresentasikan dan ditampilkan dalam konferensi ini,” terangnya.

Setelah presentasi konferensi, penulis akan merevisi makalah lengkap untuk memenuhi harapan dan solusi yang ditawarkan oleh reaktor dan audiens konferensi. Setelah direvisi, panitia berkomitmen untuk membantu. Jadi, tidak hanya memberikan umpan balik yang dapat diandalkan dari jurnal internal, tindak lanjut, dan resensi bab buku kami. Maka ketika penulis mengirimkan media publikasi pilihan mereka, mereka akan layak dan hanya perlu revisi kecil, jika ada.” sambungnya.

[Humas Unika Soegijapranata/Dim]