Rabu, 07 Desember 2022
Perguruan Tinggi

FKM UI Jadikan Kab. Buleleng Desa Wisata Sehat Percontohan

FKM UI Jadikan Kab. Buleleng Desa Wisata Sehat Percontohan
Diskusi Rencana Tindak Lanjut per Unsur Masyarakat oleh Duta Wisata Sehat

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) memilih salah satu Desa di Kabupaten Buleleng, Bali, yaitu Desa Munduk sebagai sasaran program hibah pengabdian masyarakat (pengmas). Prof. Dr. dra. Evi Martha, M.Kes., selaku ketua tim pengmas dan guru besar FKM UI yang menggeluti aspek budaya dalam kesehatan mengatakan, “Satu aspek kebudayaan yang  meyakinkan saya dan tim yaitu kesesuaian program ini adalah falsafah hidup masyarakat Bali yaitu Tri Hita Karana (Parahyangan/Keselarasan dengan Tuhan; Pawongan/Keselarasan dengan Manusia; Palemahan/Keselarasan dengan Alam). Besar harapan kami, apa yang kami sosialisasikan lebih diterima baik karena sudah terbiasanya masyarakat akan nilai-nilai ini.”

Berangkat dari data primer, yaitu pihak desa yang mendukung pemrioritasan program ini dan membutuhkan bantuan untuk membangkitkan atmosfer aktivitas wisata pasca pandemi, serta usulan pemerintah Kabupaten Buleleng menjadikan Desa Munduk sebagai salah satu objek kunjungan delegasi KTT G20 November 2022, memantapkan tim FKM UI dalam menentukan bentuk program pengmas. Tim yang beranggotakan Ulfi Hida Zainita, SKM; Naurah Assyifa Rilfi, SKM; dan Syifa Aulia Aminudin AMd. Keb, mengusung program “Wisata Sehat untuk Mendorong Ekonomi Meningkat”. Kegiatan pengmas tersebut sebagai salah satu bentuk kontribusi UI dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi sekaligus menyukseskan presidensi G20 dengan fokus pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development GoalSDG) nomor 3 (kesehatan yang baik dan kesejahteraan), nomor 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), dan nomor 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).

Sementara data sekunder yang diperoleh diantaranya potensi Bali sebagai penyumbang devisa terbesar (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2022), terpilihnya Desa Munduk sebagai Desa Wisata menurut SK Bupati Buleleng No 430/239/HK/2022 (Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, 2022), dan menjadi salah satu desa peraih Anugerah Desa Wisata Indonesia/ADWI tahun 2021 (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, 2021). Sedangkan untuk ancamannya, yaitu terpantau bahwa data kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 masih belum tercatat dengan baik (Satgas COVID-19 Nasional, 2022) dan cakupan vaksinasi booster pada masyarakat Desa Munduk yang masih di bawah rata-rata cakupan nasional (BPBD Kab. Buleleng, 2022).

Setelah perencanaan material serta persiapan administratif sejak Maret 2022, tim Pengmas FKM UI pada akhir September 2022 melakukan rangkaian pertama pengabdian masyarakat berupa pelatihan secara langsung para duta wisata sehat yang diikuti oleh 30 orang duta wisata sehat agar dapat menjadi agen perubahan di kelompok masyarakat sekitarnya.

Duta wisata sehat ini diharapkan dapat menjadi agen yang menyukseskan pencanangan pembentukan desa wisata sehat sebagai penggaung bagi sesama unsur/satu profesi di desanya untuk memiliki cara pandang termasuk perilaku yang lebih sehat. Dalam konteks ini, desa wisata yang akan dibentuk ialah desa yang mampu melihat dan mengenal potensi sumber daya wisata yang ada dengan pondasi ketahanan kesehatan sebagai modal pemulihan ekonomi kesehatan yang berkelanjutan. Melalui program tim ini berharap terciptanya kemandirian penerapan Desa Wisata Sehat oleh pengelola tempat wisata, masyarakat, dan pemangku adat Desa Munduk, Buleleng dalam rangka mendorong peningkatan ekonomi yang selaras dengan kebijakan pemerintah.

Di hari pertama pelatihan duta wisata sehat, Selasa (27/09), sebanyak empat narasumber ikut serta memberikan materi diantaranya, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng yang menjelaskan kondisi kesehatan masyarakat terkini; Prof. Dr. dra. Evi Martha, M.Kes., yang memaparkan terkait pentingnya pendekatan One Health dan Kolaborasi Pentahelix; I Ketut Suardikayasa selaku Perbekel Desa Undisan yang menjabarkan lesson learned salah satu Desa Wisata percontohan di Bali; dan diakhiri oleh pemaparan oleh Putu Ariadi Pribadi, S.STP, M.AP selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng terkait Standar Umum Pencegahan COVID-19. Sesi pelatihan hari pertama ini diawali dengan pre test pada peserta pelatihan dan peresmian pencanangan Duta Wisata Sehat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.

Pada pelatihan di hari kedua, Kamis (29/09), diawali dengan pemeriksaan kesehatan dasar (tensi/gula darah/kolesterol) gratis bagi duta wisata sehat dan pembuatan pakta komitmen dan dukungan dari pemerintah Desa Munduk dan Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng terhadap pembentukan Desa Wisata Wisata Sehat di Desa Munduk. Pelatihan hari kedua ini juga diisi oleh empat narasumber diantaranya Dr. Zakianis, SKM, M.Kes selaku Staf Pengajar Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI yang menjelaskan mengenai Kesehatan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah; \Ni Luh Made Enny Widhiyati, S.STP., MH selaku Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten Buleleng menjelaskan mengenai inovasi pariwisata desa wisata sehat; Prof. Evi Martha memfasilitasi diskusi rencana tindak lanjut dari 10 unsur masyarakat desa (Asosiasi Supir/Driver, PKK, Kader, Pedagang, Subak, Akomodasi, Karang Taruna, Adat, Pengrajin, dan Pemandu Wisata/Guide); dan ditutup oleh Naurah Assyifa Rilfi, SKM selaku praktisi promosi kesehatan yang menjelaskan dasar Digital Marketing dan Praktik Desain.

Sekretaris Desa, Putu Sukardana mengucapkan terima kasih banyak kepada UI yang telah mempercayakan desa Munduk untuk melakukan pelatihan duta wisata sehat tersebut. Ia berharap pelatihan ini dapat diimplementasikan oleh warga kami di desa dan dapat dikembangkan kepada warga-warga yang lainnya. Di akhir kegiatan, untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasca pelatihan maka para peserta kembali mengerjakan soal yang sama/post test.

Berdasarkan hasil pengukuran pre-post test, tim pengmas menemukan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 18,4 poin dari nilai pre test. Selain itu sebagai bentuk konkret keberlanjutan program, usulan-usulan program per unsur/kelompok masyarakat ditindaklanjuti dalam bentuk daring melalui aplikasi WhatsApp Group. Untuk aktivitas pendampingan berupa diskusi aktif baik ide program untuk mendukung pembentukan desa wisata sehat maupun output media yang digunakan masing-masing duta wisata sehat untuk menggaungkan programnya kepada masyarakat lainnya yang memiliki profesi serupa.  Kegiatan ini  dalam bentuk implementasi metode training of trainers/TOT. Para duta wisata sudah menggunakan buku saku desa wisata sehat (yang dibagikan pada hari pertama pelatihan) selama proses edukasi dan menggunakan buku tersebut sebagai sumber referensi untuk edukasi lanjut ke kelompok atau masyarakat di sekitarnya.