Minggu, 27 November 2022
Perguruan Tinggi

Implementasi Nilai Keislaman, Mahasiswa FISIP Unpas Ikuti MBKM Bina Desa

Implementasi Nilai Keislaman, Mahasiswa FISIP Unpas Ikuti MBKM Bina Desa

[vc_row][vc_column][vc_single_image image=”53156″ img_size=”large” add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_column_text]BANDUNG, unpas.ac.id – Tiga mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan akan mengikuti kegiatan Bina Desa. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Institutional Support System (ISS) MBKM.

Ketiganya yaitu Fajrin Rengur (Ilmu Hubungan Internasional), Wahyu Rafly (Ilmu Hubungan Internasional), dan Lusie Noviasari (Ilmu Komunikasi).

MBKM Bina Desa bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa untuk berkontribusi bagi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kegiatan Bina Desa akan dikolaborasikan dengan visi misi Unpas, khususnya pengembangan syiar Islam. Ketiga mahasiswa juga telah menandatangani kontrak konversi SKS, Kamis (10/11/2022). 

PIC ISS MBKM Unpas Dr. Ririn Dwi Agustin, M.T. menjelaskan, salah satu program ISS MBKM adalah memberikan insentif kepada mahasiswa untuk melaksanakan pembelajaran di luar kampus.

“MBKM Bina Desa yang diadopsi FISIP Unpas berangkat dari kegiatan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan kami coba selaraskan dengan visi keislaman yang diusung Unpas,” ujarnya.

Ia menambahkan, mahasiswa peserta Bina Desa diberi bantuan dana untuk mendukung biaya hidup dan tambahan biaya kegiatan.

Secara institusional, MBKM Bina Desa memberikan kontribusi pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) ke-2 dari 8 IKU yang diwajibkan pemerintah, yaitu meningkatkan jumlah mahasiswa yang memperoleh pengalaman belajar setara 20 SKS di luar kampus.

“Kepastian konversi SKS sudah kami desain dalam dokumen kontrak, termasuk rangkaian kegiatan dan mata kuliah atau SKS yang dikonversi,” imbuhnya.

Ia berharap, mahasiswa peserta MBKM Bina Desa dari DKM Unpas menjadi ciri khas MBKM Unpas sebagai implementasi visi misi Unpas.

Peserta MBKM Bina Desa yang juga mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Wahyu Rafly mengatakan, kegiatan akan dilaksanakan selama 4 bulan di Masjid Jami’atul Mu’minin, Cigereleng, Kecamatan Regol, Bandung.

“Mudah-mudahan pengalaman saya di DKM Unpas dapat membantu kelancaran kegiatan Bina Desa dan mendapat pengalaman berharga dari program tersebut,” tutupnya. (Reta)**[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]