Jumat, 09 Desember 2022
Perguruan Tinggi

Tim Peneliti Universitas Teknokrat Indonesia Kunjungi Utrecht University Belanda

Tim Peneliti Universitas Teknokrat Indonesia Kunjungi Utrecht University Belanda

Pada 6 November 2022, tim peneliti dari Fakultas Sastra dan Pendidikan Universitas Teknokrat Indonesia mengunjungi Universitas Utrecht di Belanda.

Tim peneliti, Akhyar Rido, MS, Ph.D. Sebagai ketua tim, Dr. Heri Kuswoyo, M.Hum. dan Berlinda Mandasari, MD, keduanya merupakan staf peneliti. Kunjungan dilakukan ke Utrecht University untuk mendapatkan wawasan dan pengetahuan terkait penerapan sistem pendidikan di kampus.

Tim Peneliti UTI Kunjungi Salah satu Kampus Terbaik di Dunia

tim peneliti uti kunjungi kampus terbaik

Sebagai salah satu kampus terbaik di dunia, Utrecht University memiliki sistem penyelenggaraan pendidikan yang sangat baik didukung dengan lingkungan belajar, sarana dan prasarana yang sangat memadai.

Selain itu, semua fasilitas di kampus terhubung menggunakan teknologi yang sangat canggih. Menurut Rido, sistem pendidikan yang ada di Utrecht University kemungkinan akan diterapkan di Teknokrat.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia lolos Menjadi Peserta Sertifikasi Cisco CCNA di Bali

Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta teknologi yang memadai agar mahasiswa nantinya dapat terlayani dengan sebaik-baiknya dan menghasilkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing tinggi.

Kunjungan singkat ini merupakan salah satu titik awal kerjasama antara UTI dan Utrecht University di masa mendatang dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan kerjasama internasional lainnya.

Wakil Rektor Sambut baik kunjungan Insternasional ini

Wakil Rektor Dr H Mahathir Muhammad SE MM menyambut baik kegiatan intelektual ketiga dosen tersebut. Ia berharap pengalamannya di luar negeri dapat berkontribusi pada kualitas pendidikan di Teknokrat.

Ia pun berharap pemaparan dalam demo tersebut dapat berjalan dengan baik. Mahathir menegaskan, mereka bisa menyerap banyak ilmu dan menerapkannya pada teknokrat.