Minggu, 27 November 2022
Perguruan Tinggi

Sepuluh Mahasiswa Unpad Peroleh Pengalaman Riset di Jepang

Sepuluh Mahasiswa Unpad Peroleh Pengalaman Riset di Jepang

[Kanal Media Unpad] Sepuluh mahasiswa Universitas Padjadjaran berkesempatan melakukan penelitian di The Physical and Chemical Research Institute (RIKEN), Jepang, pada 16 Oktober hingga 5 November 2022 lalu.

Sepuluh mahasiswa yang berasal dari program Sarjana hingga Pascasarjana tersebut merupakan penerima beasiswa pertukaran “Sakura Science Exchange Program 2022”. Selama 21 hari, peserta melakukan penelitian dengan didampingi tiga dosen dari Departemen Fisika Fakultas MIPA Unpad, yaitu: Prof. Risdiana, M.Eng, Lusi Safriani, Ph.D, dan Dr. Togar Saragi.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, “Sakura Science Exchange Program” merupakan kegiatan yang diselenggarakan Japan Science and Technology Agency (JST) dengan tujuan untuk memperkenalkan dan menawarkan pengalaman yang berkaitan dengan sains dan teknologi serta budaya Jepang kepada talenta muda dari berbagai negara.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kerjasama industri-akademik-pemerintah antar negara yang mengikuti program ini dengan pihak Jepang.

Ada tiga jenis kegiatan dalam program ini. Kegiatan Course A bertajuk “Science and Technology Experience Course” yang digelar selama tujuh hari, Course B “Collaborative Research Activities Course” yang digelar selama 21 hari, dan Course C “Science and Technology Training Course” selama 10 hari. Mahasiswa Unpad sendiri terpilih mengikuti program di Course B.

“Program Course B yang diikuti oleh mahasiswa Unpad merupakan program terpanjang yang ditawarkan dengan tingkat pesaingan yang sangat tinggi untuk mendapatkan grant-nya. Yang bertindak sebagai host pada kegiatan ini adalah Dr. Isao Watanabe dari RIKEN,” tutur Prof. Risdiana.

Kegiatan dibuka dengan tur singkat di kampus RIKEN dan pengenalan laboratorium yang ada di Meson Science Laboratory. Selanjutnya, mahasiswa dikenalkan dengan pengelola dan alat-alat pengukuran yang terdapat di laboratorium tersebut, serta pemberian tutorial penggunaan alat-alat pengukuran seperti XRD (X-Ray Diffraction) dan Squid (Superconducting Quantum Interference Device).

Mahasiswa juga berkesempatan melakukan proses preparasi dan pengukuran sampel menggunakan XRD dan Squid. Aktivitas ini dilakukan untuk mengukur sampel yang sudah disiapkan peserta.

Selain pengukuran menggunakan dua alat tersebut, seluruh peserta juga dikenalkan alat pengukuran di laboratorium lain, seperti ESR (Electron Spin Resonance) dan NMR (Nuclear Magnetic Resonance).

Beberapa mahasiswa diperkenankan melakukan pengukuran langsung dan merasakan pengalaman mengoperasikan aneka alat pengukuran berteknologi tinggi yang tidak dapat ditemukan di Indonesia.

Mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi dan merasakan atmosfer kampus dan laboratorium yang ada di Sophia University di Jepang. Laboratorium yang dikunjungi adalah lab yang dipimpin Prof. Tadashi Adachi. Di sana, mahasiswa bersama Prof. Risdiana melakukan diskusi mengenai penelitian kolaborasi bersama Prof. Adachi.

Tidak hanya di Sophia University, peserta diberi kesempatan mengunjungi Radioactive Isotope Beam Factory (RIBF) RIKEN, dan museum sains Miraikan.  Di akhir pekan, mahasiswa berkesempatan mengunjungi beberapa pusat budaya di sekitar Tokyo.

Sepuluh mahasiswa tersebut, yaitu: Diba Grace Auliya (Doktor Bioteknologi), Rosaldi Pratama (Fast Track Magister Fisika – Doktor Kimia), Rahma Sundaya Effendi (Magister Fisika), Muhammad Fadhil Falhan (Magister Fisika), Nabillah Fa’diyyah Zahra (Fast Track Sarjana – Magister Fisika), Muhammad Naufal Farras (Sarjana Fisika), Muhammad Naufal Ardian (Sarjana Fisika), Nayla Quinta Djamal (Sarjana Fisika), Gabriella Karin Nugroho Kwando (Sarjana Fisika), dan Kanaya Nuraulia Maurizka (Sarjana Fisika). (rilis)*