Rabu, 07 Desember 2022
Perguruan Tinggi

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang Menggelar Konferensi Internasional

image_pdf

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang pada Sabtu, 19 November, 2022, mengadakan Konferensi Internasional tentang Teknologi Pendidikan dan Manajemen (International Conference on Education and Management Technology – ICEMT). Konfrensi diadakan untuk mempertemukan akademisi, peneliti, guru, pengusaha pendidikan, praktisi, dan pembuat kebijakan. Pada level global situasi mutakhir memiliki dampak pada kondisi nasional Indonesia, terutama pada para komunitas Pendidikan.

Mereka bertanggung jawab untuk menerapkan teknologi pendidikan dengan memanfaatkan sumber daya melalui manajemen pendidikan untuk menciptakan dan memungkinkan kapabilitas ekosistem dan akses pendidikan. Pandemi Covid-19 membelajarkan, bahwa aspek teknologi informasi dan komunikasi dalam manajemen pendidikan penuh keterbatasan. Mau tidak mau, pengguna pendidikan telah berpindah secara dramatis ke saluran online. Siswa dan guru terbiasa belajar dari rumah. Terdapat peluang, sekaligus tantangan. Walaupun pandemik belum berakhir, diperlukan upaya pembaruan di masa depan.

Tema ICEMT 2022 yaitu “Pascapandemi: Pembaruan Teknologi Informasi & Komunikasi Dalam Manajemen Pendidikan”. Fokus konfrensi tersebut, yaitu pada aspek tantangan dan peluang teknologi & manajemen pendidikan pascapandemi; volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas (VUCA), analisis big data & penambangan data untuk perencanaan, impelementasi & evaluasi Pendidikan, teknologi Informasi untuk untuk perencanaan, impelemntasi & evaluasi Pendidikan, manajemen teknologi informasi untuk untuk perencanaan, impelemntasi & evaluasi Pendidikan, dan analisis Pendidikan, e-Learning, dan Massive Open Online Courses (MOOCs).

Konfrensi diikuti oleh 170 peserta dari berbagai negara. Peserta sangat antusias dan terlibat diskusi dengan empat narasumber, yaitu Prof. Hsin Hung Wu, Ph.D (National Changhua University of Education, Taiwan), Dr. Mohd Asri Mohd Noor (Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia), Prof. Anabelie V. Valdez, Ph.D (Mindanao State University, Philippines), dan Prof. Dr. Achmad Supriyanto, M.Pd, M.Si (Universitas Negeri Malang, Indonesia). Kertas kerja yang masuk untuk prosiding dengan publisher Atlantis Press, tidak kurang 200 artikel, yang dilakukan review kelayakannya.

Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, DR. Ahmad Yusuf Sobri, menegaskan bahwa memasuki tahun keempat Covid-19, pada tahun 2023 ada kemungkinan negara-negara akan mengubah sistem pendidikan mereka atau sebagian besar membiarkan mereka apa adanya. Para pemimpin sistem pendidikan dapat saja bermain-main di sekitar tepi perubahan tetapi sebagian besar mencoba kembali ke “normal” prapandemi, atau akankah mereka mengambil keuntungan dari perpecahan global dalam status quo ini untuk menggantikan institusi dan pendekatan pendidikan kuno dengan perbaikan struktural yang signifikan?

Agenda KTT G20 ke-17, yang diselenggarakan di Bali Indonesia pada 15-16 November 2022, memberikan sinyal bahwa globalisasi telah membuat tarik menarik dengan sistem pendidikan nasional. Di satu sisi sistem pendidikan nasional diupayakan untuk kepentingan rakyat banyak, di sisi lain globalisasi tidak dapat dihindarkan, terus merangsek masuk. Ada implikasi positif, namun dampak negatif yang menyertainya tidak bisa dihindari. Dalam sistem pendidikan, globalisasi berimplikasi pada kemajuan atau kemunduran sumber daya manusia ke depan karena tersingkir dari persaingan.

Di akhir sambutannya, Dekan berharap situasi global dalam tiga tahun terakhir, hiruk pikuk persaingan akibat globalisasi memang menurun tajam, dapat mendorong fokus pembangunan pada pendidikan. Masa rentan globalisasi terjadi pada masa pandemi Covid-19, integrasi ekonomi dan konektivitas menghadapi situasi tidak menentu. Sebelumnya, selama tahun 1980-1990-an termasuk di Indonesia, menjadi salah satu kunci pertumbuhan dan pembangunan, termasuk pendidikan. Diharpkan Pendidikan, menjadi salah satu pendorong kemajuan peradaban manusia bebagai bangsa.

Penulis: Teguh Triwiyanto/081333818425/Ketua Penitia)

Program Studi Administrasi Pendidikan

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Malang