Rabu, 07 Desember 2022
Perguruan Tinggi

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental

Konferensi Internasional oleh Program Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Tsabita)

Konferensi internasional dengan tema “Isu Riset Psikologi Pasca-Pandemi” diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara pada Kamis, 17 November 2022 itu berlangsung melalui Zoom Meeting yang dihadiri oleh 5 pembicara utama. Fokus utamanya menyoroti Malaysia setelah epidemi.

Ekonomi pasca-Covid-19 Malaysia terkena dampak yang tidak baik. Perekonomian turun 17,1%, tingkat pengangguran pekerja bertambah 4,6%, dan 66% orang bekerja dari rumah. “Dampak ini sangat memukul kami. Setelah hampir 2 tahun berjuang melawan Covid-19, Malaysia telah memasuki fase epidemi. Banyak perbedaan yang terlihat jelas di berbagai aspek dan lingkungan dari sebelumnya,” jelas Prof. Madya Dr. Sopian Bujang dari Faculty of Cognitive Science and Human Development, Universiti Malaysia Sarawak, Malaysia.

Dari sudut pandang psikologis, hal itu berdampak kepada pekerja Malaysia, seperti penurunan efisiensi kerja. Kecemasan muncul di berbagai pekerjaan dan tempat kerja yang berbeda, dengan tingkat data 27,5% untuk pekerja garis depan dan 37,7% untuk pekerja nongaris depan.

“Penyebab kecemasan dan depresi bisa dilihat dari 3 aspek, yakni keamanan kerja, work-life balance, dan isolasi masyarakat. Masih banyak aspek lain yang membuat masyarakat cemas, tetapi di masa Covid-19 ini psikologi lebih mudah terserang,” katanya.

Cara penularan virus ditunjukkan dari perilaku manusia dan ada faktor inti, yang didasarkan pada banyak teori kognitif sosial. Teori kognitif sosial adalah salah satu teori penting dalam psikologi sosial, yaitu teori yang digunakan untuk menjelaskan proses pembelajaran sosial, dengan fokus pada faktor kognitif seperti kepercayaan, ingatan, harapan, motivasi, dan penguatan diri.

“Pendidikan kesehatan jiwa merupakan proyek sistematis jangka panjang yang tidak dapat dicapai dalam semalam, juga tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama dan upaya semua pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat,” terang Madya.

Mengenai masalah penelitian psikologis setelah Covid-19 di Malaysia, Madya menyimpulkan bahwa dalam menghadapi Covid-19, perlu menyesuaikan mentalitas terlebih dahulu. Tetap bekerja dan istirahat secara teratur, mengambil tindakan antiepidemi, berolahraga dan tetap bahagia, serta menjaga kekebalan yang kuat. Hal paling penting adalah pelatihan kesehatan mental.

“Saat bekerja, perusahaan perlu memberikan jaminan yang efektif kepada karyawan, memeriksa kesehatan fisik tepat waktu, dan memastikan kesehatan mental karyawan telah meningkat. Wabah Covid-19 telah memengaruhi psikologi setiap orang dalam derajat yang berbeda-beda, dan tugas pendidikan kesehatan mental yang dihadapi pada tahap Covid-19 tidak sama,” tandasnya.

Ia menambahkan, setelah memasuki era Covid-19, perkembangan kesehatan mental harus lebih diperhatikan. Lihat realitas yang ada dipadukan dengan isu-isu hangat sosial, meningkatkan relevansi pendidikan kesehatan jiwa, dan memastikan ketepatan waktu pendidikan kesehatan jiwa.

uad.ac.id

Penulis Wang Chunning (Erika)

Mahasiswa Sastra Indonesia UAD dari Tiongkok