Minggu, 27 November 2022
Perguruan Tinggi

Optimalisasi Kegiatan Pemasaran KJPRI UB melalui Media Digital

Optimalisasi Kegiatan Pemasaran KJPRI UB melalui Media Digital
Dr. M.Khoiru Rusydi, MAK, Ak, BKP, CA dan tim menginisiasi optimalisasi kegiatan pemasaran KJPRI UB melalui media digital

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB-UB) Dr. M.Khoiru Rusydi, MAK, Ak, BKP, CA menginisiasi optimalisasi kegiatan pemasaran koperasi melalui media digital.

Melalui program Doktor Mengabdi, Khoiru dan tim melaksanakan analisis terkait permasalahan utama yang dihadapi serta memberikan solusi kepada Koperasi dan Jasa Pegawai Republik Indonesia Universitas Brawijaya (KJPRI UB).

“Kegiatan ini kami lakukan karena digital marketing menjadi salah satu media yang sering digunakan oleh pelaku usaha karena kemampuan baru konsumen dalam mengikuti arus digitalisasi, beberapa perusahaan sedikit demi sedikit mulai meninggalkan model pemasaran konvesional/dan beralih ke pemasaran modern. Namun tidak semua pelaku usaha bisa mengaplikasikannya secara optimal,” jelas Khoiru.

Pengabdian yang dimulai dari bulan Juli hingga Oktober 2022 ini mencakup dua kegiatan yang juga dilaksanakan di KJPRI, yaitu Focus Group Discussion (FGD) terkait permasalahan, dan pendampingan untuk menerapkan solusi yang didapatkan.

Hasilnya, KJPRI memiliki tiga hal utama yang perlu optimalisasi terkait media digital. Yang pertama adalah optimalisasi website. Website berperan penting dalam memberikan informasi pada layanan dan produk yang dimiliki KJPRI. Sehingga pelanggan akan lebih mudah dalam melakukan transaksi pembelian serta layanan yang dapat dilakukan di koperasi.

Yang kedua terkait foto produk. Masih banyak produk yang belum terinput dengan rapi dan baik ke website, sehingga Dr. Khoiru dan tim melaksanakan kegiatan foto produk, untuk mempermudah pelanggan dalam melaksanakan transaksi.

Yang terakhir adalah optimalisasi media sosial. Pemasaran melalui media sosial dianggap lebih efektif karena dana yang dikeluarkan tidak sebesar pemasaran konvensional serta cakupan pemasaran lebih luas dan real-time.

Oleh karena itu, KJPRI dianjurkan lebih aktif lagi menggunakan media sosial sebagai media pemasaran, termasuk dalam menjalin engagement dengan pelanggan serta informasi promo yang sedang berlangsung.

“Dari kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu pemasaran KJPRI, sehingga ke depannya banyak masyarakat yang melakukan transaksi dan memberikan peningkatan pendapatan dan manfaat pada anggotanya,” pungkas Khoiru. [Chan/Irene]