Kamis, 08 Desember 2022
Perguruan Tinggi

UB Punya Profesor Bidang SDM dan Sumber Daya Perairan

Sorry, this entry is only available in %LANG:,

SIARAN PERS
18 November 2022
Nomor 169/XI/2022

 

 

Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan Dr. Hamidah Nayati Utami S.Sos., M.Si. sebagai profesor bidang Manajamen Sumber Daya Manusia. Hamidah merupakan profesor aktif ke 13 dari Fakultas Ilmu Administasi (FIA) dan ke 170 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 300 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Univesitas Brawijaya.

Sementara Dr.Ir. Mohammad Mahmudi, M.S. dikukuhkan sebagai profesor Manajemen Sumber Daya Perairan. Mahmudi merupakan profesor aktif ke 16 dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Profesor aktif ke 171 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 301 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Univesitas Brawijaya.

Hamidah dan Mohammad Mahmudi dikukuhkan oleh Ketua Senat Akademik Universitas (SAU) Prof. Dr. Ir. Arifin, M.S. di hadapan rektor pada Sabtu (19/11/2022) di Gedung Samantha Krida UB.

Sebagai profesor bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Hamidah memberikan orasi artikel ilmiahnya berjudul “Model Manajemen Sumber Daya Manusia Situasional pada Organisasi Bisnis di Era Perubahan Cepat dan Ketidakpastian”.

Dalam orasi ilmiahnya, Hamidah menjelaskan bahwa perubahan dunia akibat terjadinya pandemi COVID-19 menyebabkan banyak perusahaan terpaksa tutup pada tahun, karyawan dirampingkan, produksi melambat atau terhenti karena alasan keamanan, layanan dan penjualan dipindahkan secara online untuk menjaga operasi tetap berjalan. Hal ini mengakibatkan banyak perusahaan mengalami kekurangan karyawan yang kompeten.

Untuk mengantisipasi hal ini di masa depan, Hamidah mengatakan pada situasi perubahan cepat dan tidak pasti disarankan perusahaan mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pengelolaan SDM terutama pada kegiatan: melakukan rekruitmen, seleksi, penilaian kinerja dan pemberian imbalan. Pengembangan kemampuan dan sikap karyawan diarahkan pada penguatan talenta, digital ability dan perilaku inovatif. Pemberian imbalan yang memperhatikan kesesuaian dengan kinerja dan keseimbangan imbalan yang tidak hanya untuk kesejahteraan fisik tapi juga psikis.

Model yang direkomendasikan diharapkan dapat membantu perusahaan merumuskan kebijakan SDM sehingga karyawan mampu bekerja pada situasi yang berubah dengan cepat dan tidak pasti dengan nyaman, berkinerja tinggi dan sejahtera, serta perusahaan dapat mempertahankan bisnis dan mencapai keunggulan kompetitif dan kinerja tinggi. Model ini juga diharapkan dapat diuji dan dikembangkan dalam penelitian selanjutnya pada organisasi bisnis.

Selanjutnya, kebijakan sumber daya manusia dapat  memberikan dampak terhadap work attitude, work behavior, dan wellbeing (triple W) dan corporate performance, competitiveness, dan corporate sustainability (triple C).

Sementara sebagai Profesor bidang Manajemen Sumber Daya Perairan, Mahmudi memaparkan orasi ilmiahnya tentang “Model Duga Produktivitas Perairan (MDPP) Untuk Produksi Perikanan Berkelanjutan”.

Model Duga Produktivitas Perairan di ekosistem mangrove menggunakan pendekatan nutrien yang berasal dari seresah daun mangrove, yang dinamakan “Model Duga Produktivitas Perairan Mangrove-Detritus dari serasah menjadi hara” (MDPP_Made-Sahra).  Keunggulan MDPP Made-Sahra ini bisa menentukan potensi riil produktivitas primer perairan dari jasa ekosistem mangrove. Selanjutnya, nilai produksi primer perairan menjadi penentu bagi produksi biota perairan pada tingkat trofik yang lebih tinggi, khususnya ikan-ikan herbivor dan karnivor.

Model Duga Produktivitas Perairan di ekosistem mangrove menggunakan pendekatan nutrien yang berasal dari seresah daun mangrove, yang dinamakan “Model Duga Produktivitas Perairan Mangrove-Detritus dari serasah menjadi hara” (MDPP_Made-Sahra).  Keunggulan MDPP Made-Sahra ini bisa menentukan potensi riil produktivitas primer perairan dari jasa ekosistem mangrove. Selanjutnya, nilai produksi primer perairan menjadi penentu bagi produksi biota perairan pada tingkat trofik yang lebih tinggi, khususnya ikan-ikan herbivor dan karnivor. Namun, kelemahan MDPP Made-Sahra hanya memperhitungkan seresah yang didekomposisi menjadi hara, sedangkan seresah yang di-grazing langsung oleh biota perairan tidak diperhitungkan.

Pengembangan MDPP Made-Sahra diawali dengan studi identifikasi dan evaluasi terhadap aspek-aspek ekosistem mangrove yang mampu mendukung produktivitas perairan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi seresah dapat digunakan untuk menduga produktivitas primer perairan. Dalam hal ini, produksi seresah berkontribusi terhadap sediaan nutrien di perairan.

Produksi serasah merupakan bagian yang penting dalam transfer bahan organik dari vegetasi ke dalam tanah. Unsur hara yang dihasilkan dari proses dekomposisi serasah di dalam tanah sangat penting dalam pertumbuhan mangrove dan sebagai sumber detritus bagi ekosistem laut dan estuari dalam menyokong kehidupan berbagai organisme akuatik.