Jumat, 09 Desember 2022
Perguruan Tinggi

Wapres RI Tutup Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke 48

Wapres RI Tutup Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke 48

Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin, secara resmi menutup Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah Ke 48, di Gedung Edutorium UMS, (20/11). Ma’ruf Amin didampingi oleh Wakil Ketua MPR RI, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Wakil Menteri Agama, Gubernur Jawa Tengah, Wali Kota Solo, Ketua Umum terpilih PP Muhammadiyah, dan Ketua Umum terpilih PP Aisyiyah, menabuh gong sebagai tanda ditutupnya rangkaian Muktamar. 

Ma’ruf Amin mengatakan bahwa visi Islam berkemajuan yang menjadi hakikat kelahiran dan nafas perjuangan organisasi Muhammadiyah sejalan dengan visi bangsa Indonesia yaitu mewujudkan Indonesia Emas 2045. Indonesia Emas dicirikan dengan adanya manusia unggul serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kesejahteraan rakyat yang merata, serta ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan yang kuat dan berwibawa. 

“Sumber daya manusia unggul menjadi komponen integral dalam upaya mewujudkan Islam berkemajuan dan negara berkemajuan,” tegas Ma’ruf. Generasi unggul yang dimaksud adalah generasi yang mampu memakmurkan bumi. 

Ma’ruf menambahkan bahwa selain itu, bangsa Indonesia juga memerlukan generasi atau sumber daya manusia yang menguasai agama agar bisa memberikan jawaban terhadap problem yang dihadapi oleh umat, bangsa maupun kemanusiaan. “Saya yakin Muhammadiyah sudah memiliki instrumen dan kelengkapan untuk mewujudkan itu,” ungkap Ma’ruf, diiringi riuh tepuk tangan dari undangan dan peserta penutupan Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah.

Muhammadiyah yang telah melakukan banyak pembaruan, ijtihad dan melakukan dakwah dengan tindakan telah banyak memberikan sumbangsih dan kontribusi bagi bangsa Indonesia. Menurut Ma’ruf, KH. Ahmad Dahlan dan Siti Walidah memiliki wawasan masa depan perempuan muslim Indonesia yang jauh melampaui zamannya dengan merintis Aisyiyah dalam semangat untuk memajukan peradaban kaum perempuan Indonesia. 

Ma’ruf berpesan agar Muhammadiyah dan Aisyiyah terus melakukan pembaruan untuk mencapai visi Islam berkemajuan dengan menyesuaikan tantangan dan lingkungan strategis nasional maupun internasional. Ma’ruf menyampaikan bawah Muktamar tahun ini meneguhkan peran Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam memberikan sumbangan bagi bangsa untuk mewujudkan kemajuan seperti yang diharapkan melalui penyampaian dakwah melalui tindakan nyata. “Melalui program-program yang telah dibahas pada muktamar, saya yakin sang surya akan terus mampu menjadi cahaya pencerah bagi berbagai tantangan dan permasalahan keumatan kebangsaan dan kemanusiaan,” tegas Ma’ruf.

Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah Ke 48 yang telah berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu, 18-20 November 2022 di Universitas Muhammadiyah Surakarta resmi ditutup. Muktamar menghasilkan keputusan dan ketetapan organisasi untuk satu periode kepengurusan mendatang, mulai dari penetapan pengurus dan anggota Pimpinan Pusat, risalah dan program yang dirumuskan ke dalam berbagai isu. 

Pada penutupan tersebut juga ditetapkan Prof. Haedar Nashir dan Prof. Abdul Mu’ti sebagai pasangan Ketua Umum dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Periode 2022-2027, serta nahkoda baru PP Aisyiyah yakni Ketua Umum Dr.apt. Salmah Orbayani, M.Kes., dan Sekretaris Umum Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, M.Si. (DN/KSU)