Kamis, 08 Desember 2022
Perguruan Tinggi

ITS Ikut Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

ITS Ikut Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Para pembicara bersama jajaran petinggi ITS dalam acara Tennovex 2022 di Grand City Surabaya, Kamis (10/11)

Surabaya, ITS News – Beberapa negara sudah tidak lagi memusingkan soal membuat kendaraan listrik tetapi bagaimana cara membentuk ekosistemnya. Tidak ingin tertinggal, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) juga terus berupaya membuat inovasi baru untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Wakil Rektor IV ITS, Bambang Pramujati ST MScEng PhD membeberkan bahwa ITS sejauh ini telah menciptakan berbagai produk seperti GESITS, E-Scrambler, E-Trail, dan lainnya. “Kami tidak hanya ingin menjadi pengguna tetapi juga membuat dan mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional,” ujarnya dalam acara Tennovex 2022 di Grand City Surabaya, Kamis (10/11).

Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD saat menjelaskan terkait inovasi dari ITS

Dalam kontribusinya, ITS menerapkan strategi mulai dari menciptakan kendaraan listrik, mengubah kendaraan konvensional, hingga mengembangkan komponennya. Hasilnya pun siap dihilirisasikan lewat andil PT ITS Tekno Sains. “Kami juga membangun relasi dengan pemerintah dan perusahaan terkait untuk bekerja sama mengeksekusi strategi kami,” ungkap Bambang. 

Menurut data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, penjualan kendaraan listrik terus meningkat hingga ratusan unit kendaraan roda dua. “Kendaraan listrik sudah mulai diminati oleh masyarakat terutama di Jawa Timur akhir-akhir ini,” pungkasnya.

Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yukhi Mustaqim Kusuma Sya’bana MA saat memaparkan beberapa inovasi dari BRIN

Sejalan dengan hal tersebut, Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Yukhi Mustaqim Kusuma Sya’bana MA menjelaskan, timnya juga telah membuat mobil otonom sederhana sejak 2020 lalu yang ditargetkan dapat digunakan di perkotaan pada tahun 2024 mendatang. “Hal ini bertujuan agar dapat diadopsi secara luas di lalu lintas perkotaan sehingga mengurangi kemacetan,” ujarnya.Yukhi dan tim ingin aga ke depannya masyarakat dapat mengisi ulang bahan bakar di rumah dan mereduksi kandungan karbon dioksida di udara sehingga terbentuk ekosistem kendaraan listrik yang ideal di Indonesia. “Apa yang telah ITS dan BRIN lakukan sejauh ini merupakan sebuah sinergi yang baik untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional,” ungkap Yukhi.

Menurut Bambang, ada kesempatan besar bagi para mahasiswa untuk terjun di bidang otomotif terutama kendaraan listrik karena masih ada banyak yang dapat dilakukan. “Hal ini untuk mewujudkan apa yang sudah kita cita-citakan bersama, yakni ekosistem kendaraan listrik nasional yang ideal,” tutup Bambang. (*)

Reporter: Faqih Ulumuddin
Redaktur: Muhammad Faris Mahardika