Kamis, 08 Desember 2022
Perguruan Tinggi

Mahasiswa Unpas Sumbang Ide Pendidikan Inklusif dalam Forum Y20

Mahasiswa Unpas Sumbang Ide Pendidikan Inklusif dalam Forum Y20

[vc_row][vc_column][vc_single_image image=”57400″ img_size=”large” add_caption=”yes” alignment=”center”][vc_column_text]BANDUNG, unpas.ac.id – Salah satu rangkaian KTT G20 yang baru saja berlangsung di Bali adalah forum pemuda Y20 (Youth 20). Y20 digelar di Surakarta, 29-30 Oktober 2022 dan berkolaborasi dengan Suara Pemuda.

Y20 menjadi wadah dialog pemuda untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu global, bertukar pikiran, berdebat, bernegosiasi, hingga mencapai konsensus.

Dalam agenda ini, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pasundan Muhammad Adhadin Azhar turut andil sebagai guest participant. Adhin berkesempatan menyampaikan gagasannya terkait 4 isu prioritas yang dibahas dalam forum Y20.

“Forum Y20 fokus pada 4 isu, yaitu planet yang berkelanjutan dan layak huni, ketenagakerjaan pemuda, transformasi digital, serta keberagaman dan inklusi,” katanya, Selasa (22/11/2022).

Selama forum, Adhin dan para pemuda yang hadir juga berdiskusi bersama pemimpin milenial dalam agenda Leadership Talk Show di Pura Mangkunegaran.

Leadership Talk Show bersama pemimpin milenial. (Dok. Pribadi)

Ia mendapatkan arahan, komentar, dan masukan dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Wagub Jatim Emil Dardak, dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto untuk mewujudkan idenya dengan aksi nyata.

“Saya juga menyampaikan gagasan saya, terutama pendidikan inklusif sesuai esai yang saya buat. Saya ingin memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia lewat program Youth Talks Event dan Youth Education Project,” jelasnya.

Youth Talks Event menjadi forum diskusi tentang kepemimpinan, peran pemuda sebagai agent of change, dan keikutsertaan pemuda dalam pengembangan penddidikan. 

Youth Talks Event akan melibatkan pemuda, organisasi kepemudaan, NGO, tokoh pendidikan, dan stakeholder untuk bertukar pikiran.

“Sementara Youth Education Project akan menerjunkan pemuda ke daerah 3T untuk menangani masalah pendidikan. Selain berkontribusi terhadap pendidikan, Youth Education Project juga memperkuat jejaring kepemudaan dan mengasah jiwa kepemimpinan,” terangnya.

Berkontribusi Lewat Pendidikan

Dirinya sangat bersyukur bisa terlibat dalam gelaran Y20 dan bertemu dengan pemuda yang memiliki gagasan-gagasan visioner untuk mendorong pembangunan Indonesia di tahun 2030-2045.

Mahasiswa FH Unpas berpartisipasi dalam gelaran Y20. (Ist)

“Dari keikutsertaan saya di Y20, saya ingin mengubah pola pikir pemuda di sekitar saya agar lebih aware terhadap isu-isu penting, karena saya lihat banyak sekali pemuda yang jiwa kepemimpinannya kurang, ikut organisasi hanya untuk eksistensi, bahkan tidak punya target,” ujarnya.

Melalui pendidikan, mahasiswa angkatan 2021 ini bertekad untuk memberikan perubahan positif bagi lingkungannya dan menginspirasi orang di sekitarnya. 

“Saya harap, pemuda Indonesia menyadari kondisi saat ini dan tergerak untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Saya juga akan ambil bagian dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia,” harapnya. (Reta)** [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]