Jumat, 09 Desember 2022
Perguruan Tinggi

6 Tim P2MW UNJA Tampilkan Inovasi di Expo Mahasiswa Wirausaha Indonesia

6 Tim P2MW UNJA Tampilkan Inovasi di Expo Mahasiswa Wirausaha Indonesia

SURABAYA,- Universitas Jambi menurunkan 6 tim Kelompok Usaha dan Mahasiswa P2MW dan IWDM lolos KMI Award 2022 pada kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XIII di UPN Veteran Jawa Timur, Selasa (22/11/22), acara diadakan selama 5 hari mulai tanggal (22/11/22) di Auditorium UPN Veteran Jawa Timur.

Sebanyak 26 mahasiswa yang terbagi menjadi 6 tim akan mempresentasikan hasil inovasi yang di pamerakannya pada Expo ini. Pengelola P2MW, Novita Ekasari, S.E., M.M., mengatakan saat ini ada 6 tim yang akan bertanding pada Expo 2022.

“6 (enam) tim merupakan tim yang telah lolos seleksi sebelumnya, dan nantinya tim ini mempresentasikan produk yang dihasilkannya,” ujar Novita Ekasari.

Selain itu, Ia berharap tim Universitas Jambi dapat memberikan yang terbaik bagi Universitas.

“Kita berharap Mahasiswa kita dapat memberikan hasil yang terbaik seperti tahun sebelumnya kita mendapatkan juara 2 dan mudah-mudahan tahun ini dapat kembali meraih prestasi, kali ini tim expo kita membawa produk-produk berupa inovasi seperti Ikan Presto yang berasal dari ikan yang berasal dari kota Jambi, Kompos dan lainnya,” harap Novita Ekasari.

Nia Trianjani salah satu mahasiswa peserta KMI mengatakan harapannya untuk dapat meraih prestasi pada Expo 2022.

“Kami berharap dengan keikutsertaan kami bisa membawa nama baik Universitas Jambi, dengan produk yang akan kami presentasikan nanti dan dapat memperoleh hasil yang terbaik,” terang Nia Trianjani.

Mahasiswa Universitas Jambi yang mengikuti Expo ini juga didampingi oleh Koordinator Pengembangan Mahasiswa dan Alumni BAK UNJA, Hj. Adrianti, S.E., M.M., 6 orang Dosen Pembimbing dan Mentor Universitas Jambi.

Kegiatan Expo dibuka oleh Rektor UPN Veteran Jawa Timur, Ahmad Fauzi, M.MT. Ia mengatakan Expo diikuti sebanyak 900 peserta, serta 402 stand Expo yang berasal dari Universitas dan Institut yang ada di Indonesia.

Silvia Yuliansari Asril/HUMAS