Minggu, 05 Februari 2023
Perguruan Tinggi

Untan Launching Matching Fund Patriot Pangan Tahun 2022

Untan Launching Matching Fund Patriot Pangan Tahun 2022

Universitas Tanjungpura (Untan) menjadi tuan rumah Launching Diseminasi Program Matching Fund Patriot Pangan Nasional Tahun 2022 di Gedung Konferensi Theater 1 Untan, Senin (5/12/2022).

Tema yang diusung oleh Untan dalam Program Matching Fund Patriot Pangan Nasional Tahun 2022 adalah Akselerasi Peningkatan Produksi Padi dengan Pendampingan Intensif pada Kawasan Sentra Produksi Padi Kabupaten Kubu Raya.

 “Saya yakin Untan dengan jumlah potensi yang dimiliki serta potensi wilayah yang ada di Kalimantan bisa terus berkembang dan membantu memberikan kontribusi pada pemecahan masalah pangan secara global,” kata Rektor IPB University, Prof. Arif Satria yang sekaligus menjadi ketua konsorsium dalam sambutannya secara daring.

Prof. Arif Satria juga mengatakan saat ini dunia mengalami krisis pangan dan sudah dirasakan oleh sejumlah Negara, ada 193 juta jiwa dari 53 negara yang terancam krisis pangan.

“ini akan terus meningkat kalau kita tidak memberikan langkah-langkah antisipasi dan masih banyak lagi isu isu pangan. namun yang bisa kita lakukan adalah bagaimana perguruan tinggi punya pemikiran, ide, karya dan inovasi yang bisa didorong untuk memberikan nilai tambah pada masyarakat,” tuturnya.

Menutur Prof. Arif Satria dengan skema matching fund ini adalah sebuah solusi yang sangat baik sekali agar mitra juga memiliki kontribusi untuk menyelesaikan masalah bersama-sama.

“pada saat yang sama inovasi yang dimiliki oleh perguruan tinggi khususnya Untan bisa dikembangkan dan pemerintah punya komitmen besar untuk memberikan matching fund. ini adalah sebuah skema yang sangat ideal yang sangat penting dan Insyaallah tahun depan akan terus kita kembangkan program program lainnya,” pungkasnya.

Rektor Untan Prof. Garuda Wiko mengatakan Kegiatan Matching Fund Patriot Pangan di Untan merupakan kerja sama antara Untan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya di bawah wadah konsorsium IPB University dengan Kemendikbud Ristek.

Kegiatan dilaksanakan di 3 kecamatan yaitu Sungai raya, rasau Jaya dan Sungai Kakap yang melibatkan 240 Kelompok Tani, 14 PPL, 360 mahasiswa MBKM, 102 Dosen pendamping.

“Keterlibatan mahasiswa MBKM didampingi para dosen untuk turun langsung ke lapangan menjadi media untuk memberikan pengalaman secara langsung agar mahasiswa menjadi pribadi yang lebih siap dalam menghadapi tantangan dan perubahan, khususnya di bidang pertanian,” tutur Prof. Garuda Wiko.

Prof. Garuda Wiko mengatakan bahwa Untan terus berkomitmen untuk melaksanakan Program Matching Fund Patriot Pangan Nasional sebagaimana diintruksikan oleh Kemendikbudristek RI.

“Kami juga terus mendukung dilaksanakannya kolaborasi dan inovasi dalam berbagai bidang, salah satunya pada bidang pertanian ini. Karena kami menyadari bahwa ke depan kemajuan dan kemakmuran suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh pertumbuhan yang berbasis pada inovasi dan kolaborasi sebagai jawaban atas kerentanan dan risiko global,” pungkasnya.

Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kemdikbud RI Prof. Nizam mengatakan patriot pangan yang merupakan program nasional bersama 10 perguruan tinggi untuk program nasional bersama 10 perguruan tinggi dalam mengembangkan kedaulatan pangan.

Menurut Prof Nizam tidak ada satupun negara maju dengan penduduk besar yang tidak memiliki ketahanan pangan dan kedaulatan pangan di negaranya.

“baik itu Amerika, Jepang ataupun Negara eropa semua dimulai dari kedaulatan pangan, sebelum beralih dan mengembangkan industri,” ujarnya.

Prof. Nizam mengatakan Indonesia sebagai negara dengan penduduk 270 juta jiwa sangat penting untuk memastikan kedaulatan pangan ini betul betul dimiliki, tanpa kedaulatan pangan maka kedaulatan yang lain-lain itu akan sulit untuk bisa diwujudkan.

“kalau pangan kita bergantung pada import, maka sangat rawan bagi kedaulatan negara kita,” katanya.

“kita semua terinspirasi dan sangat ingin melihat Indonesia di tahun 2045 menjadi Negara maju, untuk menjadi negara maju itu tidak lain tidak bukan harus meningkatkan produktivitas setiap individu,” pungkasnya.

Program Matching Fund Patriot Pangan merupakan konsorsium 10 PTN, yaitu Universitas Syiah Kuala, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Tanjungpura, Universitas Pattimura, IPB University, Universitas Gajah Mada, Universitas Mulawarman, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Mataram, dan Universitas Lampung.