Selasa, 31 Januari 2023
Perguruan Tinggi

Pusat Kajian dan Penghafalan Al-Qur’an Adakan Survei Metode Hafalan Al-Qur’an di Jambi

Pusat Kajian dan Penghafalan Al-Qur’an Adakan Survei Metode Hafalan Al-Qur’an di Jambi

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Lembaga Tahfidz Qur’an adalah sarana atau wadah aktivitas belajar dan menghafal Al-Qur’an, mengamalkan, dan membudayakan nilai-nilai Al-Qur’an dalam sikap hidup sehari-hari berbasis hunian, lingkungan, dan komunitas. Lembaga Tahfidz Qur’an adalah embrio dan gerbang membangun masyarakat dengan dakwah Al-Qur’an untuk mencapai terwujudnya masyarakat madani yang punya nilai-nilai keislaman dalam wujud perilaku kehidupan.

Di Jambi, wadah untuk menghafal Al-Qur’an tidak sedikit, lembaga tahfidz beberapa tahun terkahir ini terus bertambah, ada program pondok pesantren, ada juga dari pencinta Al-Qur’an yang mendirikan rumah tahfidz, dan lain-lain. Untuk itu, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi melalui Pusat Kajian dan Penghafalan Al-Qur’an dan dan berama Bina Al Qur’an Sutha (Komunitas Penghafal Al Qur’an UIN Jambi) mengadakan survei terhadap lembaga tahfidz di Kota Jambi.

Berdasarkan data yang ada, terdapat puluhan lembaga tahfidz, namun yang berhasil di survei oleh  Pusat Kajian dan Penghafalan Al-Qur’an kisaran 30 lembaga  tahifdz yang ada di Kota Jambi. Survei dilakukan melalui https://survey123.arcgis.com/ dilakukan  dari tanggal 09-30 November-2022. Survei ini diinisiasi oleh Dodi Harianto, M.Pd.I (Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan) dan Nurfadliyati, M.A (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama).

Ada beberapa item yang ditanyakan, baik dari fasilitasnya, maupun materi-materi yang diajarkan. Ada yang temuan unik yang ditemukan di ketika survei, yakni metode menghafal Al-Qur’an di lembaga tahifdz, meskipun tujuannya sama-sama untuk menghafal AL-Qur’an metode yang digunakan berbeda.

Di antara metode tersebut adalah metode ummi, ziyadah muraja’ah menggunakan hukum muthaba’ah, aa yang dimulai dari tahsin kemudian tahfiz dan tajwid, ada juga yang menggunakan metode talaqqi, dan ada yang mengadopsi dari pesantren tempat ustadznya belajar dan ada juga yang membuat metode baru sesuai dengan kemampuan santri.

Hasil temuan ini sangat menarik sebagai dokumentasi dan khazanah Kota Jambi dalam pembelajaran Al-Qur’an. barangkali juga hasil survei bisa membuka wawasan akademisi ataupun peneliti untuk membahas ragam metode hafalan Al-Qur’an di Jambi, mengingat wilayahnya yang cukup luas, pasti akan memperkaya khazanah keagamaan di Jambi.

 

 

 [/vc_column_text][/vc_column][/vc_row][vc_row][vc_column][vc_single_image image=”145155″ img_size=”large”][/vc_column][/vc_row]