Senin, 06 Februari 2023
Perguruan Tinggi

Terungkap Perubahan pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2023, Begini Penjelasannya

Terungkap Perubahan pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2023, Begini Penjelasannya

Jakarta – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2023 menggelar Konferensi Pers Pelaksanaan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2023 pada Selasa, 10 Januari 2023 untuk mensosialisasikan jadwal, tahapan, dan ketentuan lainnya seputar PMB 2023. Konferensi pers yang turut disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube SNPMB BPPP dan akun Instagram @_snpmbbppp tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Plt Dirjen Dikristek Prof. Nizam, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Dr. Kiki Yulianti, Ketua MRPTNI Prof. Ganefri, dan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo, Ph.D. Turut hadir Penanggung Jawab SNPMB, yakni Prof. Mochamad Ashari selaku Ketua Umum, Prof. Yuliandri selaku Wakil Ketua I, Dr. Eduart Wolok selaku Wakil Ketua II, dan Uuf Brajawidagda, Ph.D selaku Wakil Ketua III.

Anindito selaku Kepala BSKAP mengungkapkan bahwa perubahan tata kelola SNPMB kini memposisikan BSKAP melalui BPPP sebagai fasilitator dan administrator. Tak hanya itu, sejumlah ketentuan dan mekanisme pada seleksi tahunan ini pun mengalami perubahan. Misalnya, penilaian raport pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Prestasi dilakukan secara menyeluruh dan tidak berfokus pada mata pelajaran tertentu saja.

“Ujian mempengaruhi bagaimana guru mengajar dan bagaimana siswa belajar. Oleh karena itu, kami merumuskan beberapa hal. Pertama, jalur seleksi nasional berdasarkan prestasi sekarang menghargai semua mata pelajaran. Pesan yang ingin kita sampaikan adalah adik-adik di SMA belajar untuk semua mata pelajaran,” terang Anindito. Kendati demikian, tidak dipungkiri beberapa mata pelajaran spesifik tetap memerlukan pendalaman untuk mendukung siswa mempelajari bidang studi yang diminati di perguruan tinggi kelak. “Ada penekanan pada mapel spesifik yang paling relevan untuk prodi yang dituju. Adik-adik di SMA harus serius juga memikirkan minat dan bakatnya, kemudian mempelajari secara lebih mendalam,” pesannya.

Prof. Mochamad Ashari selaku Ketua Umum secara lebih rinci menjelaskan metode penilaian pada SNBP. “Model penilaian berbeda dengan tahun lalu. Tahun 2023, raport seluruh mata pelajaran dirata-rata, dibobot 50%. Jadi semua siswa sudah punya 50%. Kemudian, diberikan keleluasan kepada perguruan tinggi untuk menentukan yang 50% berikutnya yang bisa terdiri dari 2 komponen, yakni dua mata pelajaran utama dari prodi yang dipilih, terserah mau dikasih berapa persen,” tuturnya. Ia pun menyatakan bahwa siswa diperkenankan memilih program studi yang sesuai dengan minatnya meskipun tidak linier dengan penjurusan di sekolah menengah, tetapi komponen mata pelajaran utama yang tidak sesuai pada raport tersebut bisa saja mengurangi peluang siswa untuk mengamankan posisinya karena nilainya terlampaui oleh siswa lain. “Anda senang dimana, memilih program studi X sedangkan komponen mata pelajaran utamanya (tidak sesuai), sehingga Anda akan agak sedikit kurang matching kalau tidak sesuai tetapi tetap ada nilai. Begitu disandingkan (dengan siswa lain) bisa saja menang, tetapi potensi untuk berhasil adalah orang-orang yang cocok (prodi yang diminati dengan nilai mata pelajaran yang mendukung),” jelasnya.

Perubahan selanjutnya pada SNPMB tahun 2023, khususnya Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) adalah model soal tidak lagi berorientasi pada hafalan, tetapi pada penalaran dan pengembangan karakter “Kemudian untuk jalur kedua, seleksi berdasarkan tes sekarang tidak lagi mengukur penguasaan konten secara luas. Yang kita pentingkan bukan hafalannya. Kita secara bertahap menerapkan kurikulum merdeka yang orentasinya pada pengembangan kompetensi bernalar dan karakter secara utuh,” ujar Anindito.

Perubahan-perubahan tersebut, menurut Eduart, bertujuan mengoptimalisasi layanan untuk siswa sekolah menengah dan peran strategis Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui BSKAP dan BPPP selaku fasilitator.

Dengan ditetapkannya sejumlah perubahan pada pelaksanaan SNPMB 2023, Eduart mengimbau para siswa, orangtua, sekolah, dan masyarakat pada umumnya untuk mengakses informasi SNPMB 2023 melalui wesbite dan media sosial resmi panitia SNMPB yang tepercaya. “Perlu kami tegaskan, sebelum kami luncurkan baik akun media sosial maupun website resmi, sudah muncul banyak akun (mengatasnamakan) SNMPMB. Informasi yang didapat di luar medsos resmi dan website resmi, kemudian ternyata memberikan implikasi yang tidak baik, itu di luar tanggung jawab panitia SNPMB karena informasi yang valid adalah informasi langsung lewat media dan website yang resmi,” tegasnya.

Website resmi SNPMB dapat diakses melalui www.snpmb.bppp.kemdikbud.go.id. Adapun media sosial resmi SNPMB dapat diakses melalui Instagram (@_snpmbbppp), Twitter (@snpmb_bppp), TikTok (@snpmb_bppp), Facebook (SNPMB BPPP), dan YouTube (SNPMB BPPP). (SAC/ AAP/ VDF)