Minggu, 29 Januari 2023
Perguruan Tinggi

Dr. Andi Wijayanto, S.Sos, M.Si. (Dosen FISIP UNDIP) Angkat Penelitian tentang Industri Manufaktur

Dr. Andi Wijayanto, S.Sos, M.Si. (Dosen FISIP UNDIP) Angkat Penelitian tentang Industri Manufaktur

“Industri manufaktur merupakan motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai negara berkembang. Competitive Advantage industri manufaktur mutlak perlu dibangun terutama dalam memasuki era persaingan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN. Dinamic Capabilities merupakan kapabilitas organisasi yang fundamental bagi pencapaian Financial Performance dan salah satu kunci keberhasilan bisnis dan memungkinkan perusahaan untuk membuat, menyebarkan, dan melindungi aset tidak berwujud mereka sendiri untuk mendukung kinerja yang lebih tinggi dalam jangka panjang” tutur Dr. Andi Wijayanto, S.Sos, M.Si., Dosen Departemen Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Penelitian Dr. Andi mengambil sampel perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan manufaktur dipilih karena beberapa alasan. Pertama, sektor manufaktur merupakan penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kedua, kurangnya komitmen untuk membangun Dynamic Capabilities pada perusahaan manufaktur di Indonesia. Hanya sebagian kecil perusahaan manufaktur yang mengalokasikan anggarannya untuk aktivitas R&D (31 dari 122 perusahaan). Ketiga, persaingan semakin ketat antar produsen dari negara-negara ASEAN.

Di Indonesia, perusahaan  manufaktur belum memiliki keunggulan bersaing yang tinggi. Rata-rata nilai rasio Excess Funds (ExF) selama tahun 2010 hingga 2016 bernilai negatif. Hal ini berarti bahwa rata-rata perusahaan memiliki kewajiban finansial yang lebih tinggi dibandingkan aset finansialnya. Ini menghambat perusahaan untuk melakukan retaliasi terhadap serangan pesaing.

“Perusahaan sebaiknya membangun keunggulan bersaing agar dapat menikmati kinerja dan nilai perusahaan yang lebih tinggi. Perusahaan harus memiliki kombinasi antara sumberdaya yang bernilai, jarang, sulit ditiru dan dicari substitusinya dengan kapabilitas untuk secara dinamis menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan karena perkembangan teknologi dan informasi telah semakin mereduksi kesenjangan sumberdaya tersebut” pungkasnya. (Lin/Joshua-Humas)