Selasa, 31 Januari 2023
Perguruan Tinggi

KHUTBAH: BAHAYA SERAKAH

KHUTBAH: BAHAYA SERAKAH

(UINSGD.AC.ID)-Diceritakan Oleh Nabi Isa as di depan kaum Hawariyyun,

Ada tiga orang sahabat karib, yang seia sekata, seiring sejalan, senasib sepenanggungan, sapapait samamanis, sabagja sacilaka, kacai jadi saleuwi kadarat jadi salogak. Mereka saling mencintal layaknya saudara kandung.

Mereka bertiga, Kata nabi isya, melakukan sebuah rihlah, yakni perjalanan untuk melakukan riset atau penelitian.

Di tengah perjalanan penelitiannya, mereka bertiga, dikejutkan dengan penemuan timbunan harta karun. Mereka menemukan batangan emas, perak, intan, permata, berlian dan barang-barang berharga Iainnya.
Sejenak mereka tertegun karena campur aduk antara kaget dan bahagia.

Karena mereka bertiga lapar yang teramat sangat, salah seorang diantara mereka bertugas untuk membeli makanan, dan dua orang yang Iainnya menjaga harta karun itu, khawatir diketahui dan dirampas orang Iain.

Hadirin!! di tengah perjalanan salah seorang sahabat itu membeli makanan. Tibatiba datanglah niat Jahat, ia menaburi makanan yang dibelinya dengan racun yang mematikan. Tujuannya mudah ditebak, agar kedua sahabatnya nanti, bisa mati seketika. Dengan begitu harta karun yang mereka temukan bertiga, bisa ia miliki seorang diri.

Dalam waktu yang bersamaan, dua oran sahabat penunggu harta karun itu, sepakat juga untuk muslihat. Kata Mere a Bila rekannya pulang membeli makanan, mereka berdua akan membunuhnya. Tujuannya sama, agar harta katun itu, bisa mereka miliki berdua.

Benar saja hadirin, ketika sahabat yang membeli makanan itu tiba. Kedua orang sahabat penunggu harta karun itu, langsung menikam dan membunuhunya dengan sadis. Lehernya ia gorok dengan se atang besi tajam. Hadirin.. satu nyawa seorang sahabat terkapar sia-sia.

Sembari tertawa terbahak-bahak dua oran sahabat menyantap makanan beracun itu begitu Iahap. Namun seketika kadirin, mereka berdua meregang nyawa, dengan mulut yang berbusa. Racun yang dicampur dalam makan oleh sahabat yang membell makanan yang sudah mati digorok itu, nampaknya bekerja dengan sangat baik.

Baca selengkapnya Naskah Khutbah Bahaya Serakah oleh Dr H Aang Ridwan M.Ag di laman ini