Jumat, 27 Januari 2023
Perguruan Tinggi

Dukung Konservasi Laut, Mahasiswa Unpad Lepas Tukik di Pesisir Batu Hiu

Dukung Konservasi Laut, Mahasiswa Unpad Lepas Tukik di Pesisir Batu Hiu

Laporan oleh Shofwatul Auliya

[Kanal Media Unpad] Sebanyak 17 mahasiswa KKN dan perwakilan mahasiswa Program Studi Magister Konservasi Laut Universitas Padjadjaran melakukan pelepasan tukik guna mendukung keberlanjutan konservasi laut. Kegiatan digelar di kawasan pesisir Pantai Batu Hiu, Pangandaran, Sabtu (14/01/2023).

Kegiatan yang dibimbing dosen pembimbing lapangan, Dr. Dra. Titin Herawati, M.Si., berfokus pada sosialisasi dan edukasi mengenai upaya pelestarian penyu serta keterkaitannya pada daya dukung lingkungan dan diakhiri dengan pelepasan tukik oleh pihak mahasiswa pada akhir kegiatan.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, tukik atau sebutan bagi anak penyu yang baru saja menetas merupakan salah satu fauna yang dilindungi karena populasinya yang terancam punah. Oleh karena itu, pelepasan tukik ramai dilakukan sebagai upaya pelestarian biota laut.

Salah satu upaya pelestarian tukik dilakukan oleh kelompok KKN 119 Chelonia dan mahasiswa Prodi Magister Konservasi Laut Unpad dengan mengangkat topik mengenai upaya pelestarian penyu di kawasan pesisir Pantai Pangandaran, Desa Ciliang, Kecamatan Parigi.

Pantai Batu Hiu diketahui memiliki 9 titik pendaratan penyu. Sayangnya, fenomena pendaratan penyu tersebut sudah jarang ditemui saat ini sehingga diperlukan upaya pengelolaan konservasi yang tepat.

Pelepasan ini dilakukan atas kolaborasi bersama Yayasan Raksa Bintana. Telur-telur yang ditemukan pada titik pendaratan penyu akan direlokasi oleh Yayasan Raksa Bintana pada bak semi alami.

Pada kesempatan ini, sebanyak 74 ekor tukik jenis penyu hijau (Chelonia mydas) telah berhasil dilepaskan. Tukik tersebut memiliki berat rata-rata 25,93 g dan panjang 53,18 mm

“Harapannya, upaya konservasi yang dilakukan dapat membantu regenerasi habitat penyu di Pantai Batu Hiu. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membentuk karakter konservasionis dan meningkatkan rasa peduli generasi muda terhadap keberlangsungan ekosistem laut guna mendukung SDGs poin 14,” tulis Titin. (rilis)*