Senin, 06 Februari 2023
Perguruan Tinggi

Fapsi Unpad Gelar Kuliah Umum Hadirkan Peneliti Kesehatan Mental dari Belanda

Fapsi Unpad Gelar Kuliah Umum Hadirkan Peneliti Kesehatan Mental dari Belanda

Laporan oleh Riwisna Putunanga

[Kanal Media Unpad] Pusat Studi Inovasi dan Penelitian Psikologi Fakultas Psikologi Unpad menggelar Guest lecture “Mental Health in Academiadengan pemateri Psikiater dan Peneliti dari Vrije Universiteit Amsterdam & Amsterdam UMC Dr. Joeri K Tijdink. Kegiatan tersebut digelar secara hybrid, Senin (16/1/2023).

Dr. Joeri K Tijdink menyampaikan materi mengenai mental state examination atau umumnya dikenal dengan MSE. Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya sebagai praktisi kesehatan mental, penting memahami perbedaan antara symptom, syndrome, dan disorder yang dialami oleh individu.

Lebih lanjut Tijdink menjelaskan bahwa terdapat tiga elemen krusial dalam MSE, yaitu objective and subjective, form and content of symptoms, dan structured vs standardized.

“Sebagai praktisi perlu memahami elemen dari sudut pandang secara objektif dan juga subjektif, sehingga dapat dengan mudah mendeksripsikan apa yang sedang terjadi pada diri individu” katanya.

Dengan pemahaman tersebut, lanjut Tijdink, praktisi dapat memberikan assessment seobjektif mungkin kepada klien.

Menurut Tijdink, manusia merupakan hal yang abstrak. Untuk memahami hal itu, ia mengatakan bahwa penting untuk mengetahui form dan content, sign dan symptoms.

 “Jika mengetahui form dan content, sign dan symptoms, akan mempermudah kita (praktisi) untuk memahami dan memperhatikan (kondisi) klien. Dengan demikian praktisi akan terbantu dalam melakukan pemeriksaan serta pemberian assessment kepada klien,” ujarnya.

Tijdink menekankan bahwa dalam pemeriksaan mendalam memerlukan standardized MSE. Dengan demikian, praktisi menadapatkan analisa klinikal yang lebih relevan serta mendeskripsikan keadaan klien lebih dari DMS-symptoms. Selain itu interaksi yang dilakukan dengan klien akan lebih natural karena menerapkan komunikasi yang riil.

“Hal ini merupakan the perfect start. Bila tidak, terkadang kita akan merasa kewalahan. Standardized memberikan kemudahan dan sangat penting untuk mendiagnosa dan memberikan treatment,” tambahnya. (art)*