Selasa, 31 Januari 2023
Perguruan Tinggi

Orasi Ilmiah Prof. Afdal Pada Pengukuhan Guru Besar UNJA

Orasi Ilmiah Prof. Afdal Pada Pengukuhan Guru Besar UNJA

Mendalo,- Prof. Ir. H. M. Afdal, M. Sc., M.Phil., Ph.D. memaparkan Orasi Ilmiah dengan judul “Efek Pengawet Herbal Bubuk Kayu Manis (Cinnamomun Burmannii) pada Dekanter Kelapa Sawit untuk Ternak Kambing” pada kegiatan pengukuhan Guru Besar Universitas Jambi (UNJA), Kamis (19/1/23) di Balairung Pinang Masak UNJA Mendalo.

Profesor kelahiran Simabur Tanah Datar, Sumatera Barat pada tanggal 13 Agustus 1964 tersebut merupakan Guru Besar bidang ilmu Nutrisi Ruminansia dan menjadi dosen di Fakultas Peternakan UNJA.

Prof. Afdal memaparkan bahwa kajiannya telah menghasilkan sebuah invensi yang luar biasa ataupun diskoveri dalam bidang Ilmu Nutrisi Ternak terutama dalam bidang bioteknologi pakan. Temuan besar tercipta dari beberapa penelitian ini adalah suatu invensi bio-teknologi dalam pengawetan dekanter sawit (DS) dengan menggunakan level 0,2 % dari bubuk kayu manis sehingga DS menjadi awet dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan yang palatabel untuk ternak kambing.

Secara parsil ada beberapa poin kesimpulan dari penelitian satu sampai penelitian lima. Hasil dari penelitiannya juga telah dipublikasikan pada “African Journal of Biotechnology” pada tahun 2012.

“Luaran dari penelitian ini memberikan beberapa impak pada beberapa bidang ilmu seperti nutrisi ternak ruminansia dan industri pakan, begitu juga akan mungkin berimpak terhadap lingkungan dan sosial ekonomi walaupun belum dikaji dalam penelitian ini. Dalam bidang ilmu nutrisi ternak, penelitian ini menemukan sumber pakan baru untuk ternak karena palatabel dengan efek yang tidak signifikan terhadap intake, kecernaan nutrien dan profil fermentasi di dalam rumen ternak kambing,” tuturnya.

“Tambahan lagi, DS cukup tersedia sepanjang tahun terutama di Indonesia, Malaysia dan negara negara penghasil minyak sawit (CPO) di dunia. Impak dari penelitian ini juga memberikan pengaruh positif industri pakan ternak di Malaysia, Indonesia dan negara-negara penghasil minyak sawit di masa yang akan datang.,” jelas Prof. Afdal.

Profesor ilmu Nutrisi Ruminansia tersebut menyimpulkan bahwa BKM telah sukses mengawetkan DS dari ketengikan. Sebaliknya, kajian lebih lanjut diperlukan teknik untuk pengawetan DS dari ketengikan, karena sifat-sifat DS mungkin dipengaruhi beberapa faktor lainnya seperti bangsa dari kelapa sawit, lingkungan dan daerah darimana asal kelapa sawit. Selain dari itu, ada banyak lagi produk lokal alami yang dapat digunakan sebagai bahan pengawet. Sehingga dipelajari teknik yang lebih spesifik untuk pengawetan DS tergantung dari bangsa, lingkungan dan area asal kelapa sawit.

Dimas Anugrah Adiyadmo / HUMAS