Minggu, 29 Januari 2023
Perguruan Tinggi

Dikukuhkan Menjadi Guru Besar, Prof. Dr. Sugiharto, M.S. Angkat Urgensi Fisiologi Olahraga dalam Pidatonya

Dikukuhkan Menjadi Guru Besar, Prof. Dr. Sugiharto, M.S. Angkat Urgensi Fisiologi Olahraga dalam Pidatonya
image_pdf
Prof. Dr. Sugiharto, M.S

Salah satu dosen dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Dr. Sugiharto, M.S secara resmi dikukuhkan menjadi guru besar UM pada Kamis (19/01). Prof. Sugiharto dikukuhkan menjadi guru besar bidang Ilmu Keolahragaan di UM dengan membawakan pidato yang bertajuk “Urgensi Fisiologi Olahraga dalam Pengelolaan Olahraga untuk Meningkatkan Kesehatan dan Prestasi”. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Graha Cakrawala dengan dihadiri oleh Pimpinan UM, Para Guru Besar yang dikukuhkan beserta keluarga dan beberapa kolega yang turut diundang dalam kegiatan tersebut. 

Melalui pidato pengukuhannya, Prof. Sugiharto menyampaikan bahwa fisiologi olahraga sangat dibutuhkan untuk mengelola olahraga serta mengkondisikan potensi stressor olahraga yang kemudian menjadi stimulator menguntungkan fisiologi tubuh. “Fisiologi olahraga dapat mengkondisikan perilaku respon neurohormonal pada limbic system terhadap Hypothalamic–Pituitary–Adrenal axis (HPA Axis), untuk conditioning stimuli pada alur limbic-hypothalamic-pituitary-adrenal axis (LHPA). Kemudian menimbulkan perilaku motorik dan hormonal yang menyebabkan mekanisme umpan balik pada sistem saraf pusat melalui somatosensorik, mengubah  aktivitas HPA-axis dan SAM-axis,” jelasnya. 

“Menariknya pada penelitian ini, gen termogenik PGC-1α juga meningkat.  PGC-1α , memiliki efek ganda, selain berfungsi regulator biogenesis, dan juga memiliki fungsi untuk mengatur ekspresi gen antioksidan di mitokondria: magan superoxide dismutase, catalase, peroxiredoxin 3 dan 5, uncoupling protein 2, thioredoxin 2, dan thioredoxin reductase, mencegah  peningkatan  MDA, mencegah stress oksidatif,  sehingga mencegah injury oksidatif dan disfungsi mitokondria. Pada penelitian ini juga glukosa darah menurun, diinduksi peningkatan gen termogenik yang mempengaruhi ekspresi gen seperti GLUT4, hexokinase, dan PPARA (peroxisome proliferator-activated receptor-alpha), mengatur glukoneogenesis (PCK1) dan glukoneogenesis (PYG),” lanjut Prof. Sugiharto. 

Sebelum mengakhiri pidatonya, Prof. Sugiharto juga menyampaikan bahwa pengendalian stressor olahraga yang  dikolaborasi dengan musik itu dapat menguntungkan, tidak hanya kesehatan fisiologis, tetapi juga psikologis. “Olahraga dengan mendengarkan musik meningkatkan sekresi endorfin, testosteron, menurunkan kortisol dan meningkatkan sekresi irisin, yang lebih tinggi dari pada tanpa musik. Musik memiliki kemampuan yang kuat untuk mempengaruhi fisiologi dan psikologi pelaku olahraga.  Musik yang didengarkan selama olahraga meningkatkan kinerja otot, meningkatkan metabolisme dan menurunkan stressor olahraga, sehingga olahraga tidak hanya menguntungkan dari aspek peningkatan fisik, tetapi juga meningkatkan Kesehatan fisiologis, dan juga psikologis, untuk mencapai hight performance, yang dibutuhkan dalam mendukung prestasi olahraga,” pungkas Guru Besar dari FIK UM.

Pewarta: Zanadia Manik Fatimah 

Editor: Luthfi Maulida Rochmah