Rabu, 03 Juli 2024
Perguruan Tinggi

Guru Besar Ilmu Bimbingan dan Konseling Karier Dikukuhkan

Guru Besar Ilmu Bimbingan dan Konseling Karier Dikukuhkan

(Unila): Universitas Lampung (Unila) mengukuhkan Prof. Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling Karier. Pengukuhan Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini dilakukan melalui sidang terbuka di Gedung Serbaguna Unila, Kamis, 2 Desember 2021.

Dalam pengukuhannya, Prof. Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd., menyampaikan orasi berjudul “Inventori Eksplorasi Karier Arahan Diri (IEKAD) sebagai Peranti Bimbingan dan Konseling Karier”.

Acara Sidang Terbuka Pengukuhan Guru Besar Universitas Lampung hari ini dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Karomani, M.Si., seluruh wakil rektor, ketua lembaga, kepala biro, kepala UPT, dan sivitas akademika melalui daring dan luring.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Dr. Syarifuddin Dahlan, M.Pd., memperkenalkan IEKAD sebagai peranti alternatif bagi upaya peningkatan kualitas layanan intervensi karier yang dilakukan guru bimbingan dan konseling pada sekolah-sekolah di tanah air.

Bimbingan konseling karier telah ada bersamaan lahirnya berbagai teknologi baru sebagai akibat perubahan dan perkembangan dunia yang sangat pesat. Layanan ini mengkhususkan bantuannya pada bidang karier yang bertujuan membantu seseorang dalam memahami potensi diri dan dunia kerja atau jenis pendidikan di lingkungannya.

Kehadiran layanan dinilai semakin penting karena berkenaan dengan rencana jurusan studi maupun rencana bidang pekerjaan yang akan ditekuni peserta didik. Di dunia pendidikan khususnya dalam sistem persekolahan pelayanan bimbingan konseling dikenal sebagai kekuatan ketiga.

“Kehadirannya menyertai kehadiran dua kekuatan lain yaitu pembelajaran bidang studi dan kepemimpinan,” katanya.

Jika pembelajaran bidang studi bertanggung jawab pada pencapaian kurikulum, kepemimpinan memusatkan perhatiannya pada visi pendidikan, maka bimbingan konseling atau konselor bertugas membantu warga pendidikan memperoleh kesejahteraan dalam proses pendidikan.

Dengan kata lain, konteks tugas konselor adalah memfasilitasi pertumbuhan kemandirian peserta didik untuk mengambil sendiri berbagai keputusan penting dalam perjalanan hidupnya dalam hal ini pilihan karier dan program studi yang akan diambil.

IEKAD disediakan sebagai peranti khusus khas untuk layanan bimbingan konseling karier terutama membantu konseli memahami dirinya dengan tipe kepribadian dan mengenal lingkungan dunia kerja.

Peranti ini dikembangkan berdasarkan teori pilihan karier Holland dengan memodifikasi peranti bimbingan karier yang dikembangkannya. Hasil asesmen pada IEKAD berupa karakteristik kepribadian yang dikategorikan dalam 6 jenis yaitu, Realistik, Investigatif, Artistik, Sosial, Enterprising, Konvensional.

Tipe kepribadian tersebut bersifat teoretis dan merupakan modal yang dapat dipakai untuk menilai orang berdasarkan pengalaman dan interaksi dalam lingkungan budaya, sosial, dan fisik.

Untuk membantu konselor atau guru BP menafsirkan hasil IEKAD, telah disediakan model heksagonal khususnya dalam menafsirkan derajat konsistensi dan konklusi antartipe kepribadian.

Pola yang konsisten pada model ini adalah bilamana komponen-komponen tipe yang berhubungan, memiliki ciri-ciri umum pola-pola yang tergabung dari tipe-tipe yang berdekatan pada heksagon.

Penggunaan IEKAD diyakini banyak menawarkan keuntungan pada konseli dalam melakukan eksplorasi karier. Di antaranya membantu konseli memperoleh informasi karier langsung yang konsisten dengan tipe kepribadiannya dan meningkatkan pemahaman baik terhadap diri sendiri maupun lingkungannya.

Adapun tahapan kegiatan yang disajikan pada peranti IEKAD terbagi atas tiga tahapan, yakni Prakonseling, Proses Konseling, dan Hasil Konseling. Tahapan proses ini memungkinkan konseli melakukan pengobservasian dan mengedukasi diri.

“Pelayanan bimbingan konseling IEKAD memungkinkan konseli belajar banyak oleh dirinya dan mengekspresikan diri melalui kegiatan asesmen. Keuntungan semacam inilah yang mendorong penawaran penggunaannya di kalangan para konselor terutama guru bimbingan di sekolah,” ujarnya. [Humas/Angel]