Rabu, 05 Oktober 2022
Perguruan Tinggi

UAD Dukung Peluncuran Gerakan Nasional Paralegal ‘Aisyiyah

UAD Dukung Peluncuran Gerakan Nasional Paralegal ‘Aisyiyah

Peluncuran Gerakan Nasional Paralegal ‘Aisyiyah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Humas UAD)

Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH) Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan peluncuran Gerakan Nasional Paralegal ‘Aisyiyah pada Jumat, 09 September 2022. Acara yang bertajuk “Penguatan Peran ‘Aisyiyah dalam Pendampingan Hukum pada Perempuan dan Anak untuk Indonesia Berkemajuan” itu berlangsung secara luring di Ruang Amphitarium Kampus Utama UAD dan daring melalui Zoom Meeting.

Dr. Atiyatul Ulya, M.Ag., Ketua MHH menyampaikan, di usia ‘Aisyiyah yang sudah lebih dari 100 tahun ini dituntut untuk terus berkontribusi dalam melakukan kerja-kerja sosial, pendidikan, kesehatan, sosial, kemasyarakatan. Termasuk juga perhatian ‘Aisyiyah terhadap hukum seperti yang diamanatkan pada Muktamar ‘Aisyiyah ke-46.

“Pada Muktamar ke-46 yang diselenggarakan di Yogyakarta, PP ‘Aisyiyah telah mencanangkan program nasional yakni pembentukan Pos Bantuan Hukum (Posbakum). Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap persoalan penegakan dan perlindungan hukum, terutama bagi kelompok rentan, perempuan, dan juga anak,” ujarnya.

Terkait bantuan hukum, Atiyatul menjelaskan bahwa pemerintah telah memberikan peluang untuk bersama-sama berperan dalam pemberian bantuan kepada yang membutuhkan atau paralegal. “Dengan adanya Posbakum yang telah didirikan oleh ‘Aisyiyah, peran ini harus terus kita tingkatkan bersama. Supaya semuanya menjadi lebih baik, makin kuat, dan manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Senada dengan itu, Muchlas, M.T. selaku Rektor UAD mengapresiasi kiprah ‘Aisyiyah dalam bidang hukum dan HAM yang menjadi salah satu agenda besar mereka. Ia menilai program Posbakum akan sangat bermanfaat dalam membantu masyarakat.

Muchlas menyampaikan perjalanan dan perjuangan ‘Aisyiyah sebagai organisasi pertama di Indonesia yang melakukan kongres telah berkiprah sebelum Indonesia merdeka. Oleh karenanya, dengan adanya peluncuran paralegal ini menjadi momentum untuk akselerasi paralegal. Ia berharap paralegal ‘Aisyiyah tidak hanya menjadi gerakan nasional tetapi menjadi gerakan global, sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan seluruh dunia.

Lebih lanjut, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Dr. Siti Noordjannah Djohantini, M.M., M.Si. mengatakan gerakan nasional paralegal ‘Aisyiyah agar tetap kuat dan menyebar untuk kontribusi nyata dalam membantu menyelesaikan permasalahan bangsa dan masyarakat. “Gerakan paralegal ‘Aisyiyah harus menjadi gerakan yang adaptif dan memberikan solusi,” tandasnya.

Berkaitan dengan 25 Posbakum yang telah dimiliki oleh ‘Aisyiyah, ia menegaskan mulai tanggal 10 September beberapa wilayah telah merencanakan kegiatan pelatihan paralegal dan ditargetkan akan selesai pada akhir Oktober.

Acara tersebut diakhiri dengan peluncuran secara simbolis oleh Ketua Umum dan Ketua MHH PP ‘Aisyiyah, Prof. Dr. Masyitoh Chusnan, M.Ag. selaku Ketua Koordinator MHH PP ‘Aisyiyah, Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej, S.H., M.Hum., Wakil Menteri (Wamen) Kemenkumham, dan Rektor UAD. (guf)

uad.ac.id